EKBISPAR.COM – Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Curug, Kota Serang, tampak riuh oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Quran sepanjang pekan ini.
Sejak tanggal 6 hingga 10 Juli 2026, perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten resmi digelar, menandai sebuah momentum penting dalam pembinaan spiritualitas sekaligus pencarian talenta terbaik dari seluruh penjuru Banten.
Acara yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Al-Bantani ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Diikuti oleh sebanyak 477 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Banten, kompetisi tahunan ini mengusung misi mulia untuk mencetak generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di kancah nasional.
Serangkaian perlombaan disebar di sejumlah majelis di lingkungan perkantoran provinsi guna menyaring qari, qariah, hafiz, hafizah, serta mufassir terbaik.
Ragam Cabang Perlombaan dan Sebaran Majelis
Dalam edisi ke-23 ini, panitia menyelenggarakan 14 cabang lomba utama yang merepresentasikan kedalaman studi Al-Quran dan Hadis. Seluruh cabang tersebut dibagi lagi ke dalam berbagai golongan kompetisi berdasarkan usia dan kapasitas hafalan—mulai dari golongan anak-anak, remaja, dewasa, hingga kategori hafalan dari 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, sampai dengan 30 juz.
Untuk mengakomodasi seluruh peserta, Pemerintah Provinsi Banten bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menyebar arena tanding ke dalam 14 majelis strategis di kawasan KP3B. Beberapa rincian cabang lomba utama dan lokasinya meliputi:
Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah) & Qira’at Al-Qur’an: Dipusatkan di Majelis I yang bertempat di Arena Utama Halaman Masjid Raya Al-Bantani, menyuguhkan lantunan ayat suci yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat luas.
Hafalan Al-Qur’an (Tahfiz) & Tafsir Al-Qur’an: Menggunakan ruang-ruang representatif di gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas di lingkungan KP3B demi menjaga kekhusyukan peserta.
Fahmil Al-Qur’an & Syarhil Al-Qur’an: Menampilkan ketangkasan berpikir dan orasi kelompok, bertempat di aula indoor perkantoran.
Seni Kaligrafi Al-Qur’an (Khat) & Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ): Berlangsung di ruangan tertutup yang memadai untuk menuangkan kreativitas visual dan pemikiran ilmiah para santri.
Hafalan Hadits & Qiraatul Kutub (Membaca Kitab Kuning):Menjadi ruang uji bagi kemampuan literatur klasik keislaman para kader ulama masa depan Banten.
Agenda Lengkap Rangkaian Kegiatan
Pelaksanaan MTQ XXIII diatur secara ketat melalui jadwal resmi LPTQ Provinsi Banten agar seluruh tahapan berjalan dengan tertib dan adil. Berikut adalah linimasa perjalanan kompetisi sepanjang pekan:
Minggu, 5 Juli 2026 (09.00 WIB – Selesai): Pendaftaran ulang dan verifikasi dokumen asli peserta bertempat di Aula DKM Masjid Raya Al-Bantani.
Senin, 6 Juli 2026 (Pagi – Malam): Diawali dengan orientasi dan pelantikan Dewan Hakim serta pembukaan Bazar UMKM pada siang hari. Agenda dilanjutkan pada pukul 19.30 WIB dengan Upacara Pembukaan (<span;>Opening Ceremony) di Arena Utama Halaman Masjid Raya Al-Bantani.
Selasa, 7 Juli s.d. Rabu, 8 Juli 2026 (08.00 WIB – Selesai): Babak Penyisihan secara serentak untuk seluruh 14 cabang lomba yang tersebar di 14 Majelis sekitar kawasan KP3B.
Kamis, 9 Juli 2026 (Pagi – Malam): Babak Final berlangsung dari pagi hingga siang untuk menentukan pemenang masing-masing golongan lomba. Pada pukul 19.30 WIB, digelar Upacara Penutupan (Closing Ceremony) sekaligus pengumuman Juara Umum oleh Gubernur Banten di Arena Utama.
Jumat, 10 Juli 2026 (08.00 – 10.00 WIB):Pembagian hadiah dan piagam penghargaan bagi para pemenang dilaksanakan secara khidmat di Ballroom Aston Serang Hotel.
Lima Terobosan dan Keistimewaan MTQ XXIII
Penyelenggaraan tahun ini dinilai istimewa dan memanen apresiasi tinggi, bahkan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini didorong oleh sejumlah langkah progresif yang diambil oleh panitia dan pemerintah daerah:
Pemberantasan Budaya “Peserta Cabutan”:Komitmen ketat diterapkan oleh kota/kabupaten, salah satunya Kota Serang, untuk menghentikan praktik impor peserta dari luar daerah. Fokus dialihkan sepenuhnya pada optimalisasi potensi santri asli domisili, didukung dengan pemberian bonus fantastis sebagai bentuk motivasi.
Integritas Tinggi Dewan Hakim:Sebanyak 144 Dewan Hakim dibekali aturan transparansi yang ketat. Mereka dilarang keras melakukan komunikasi pribadi dengan peserta maupun ofisial, serta wajib menolak segala bentuk gratifikasi guna menjamin kredibilitas nilai.
Misi Rebut Juara Umum Nasional: Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa ajang tingkat provinsi ini merupakan batu loncatan utama bagi Kafilah Banten. Target besar dicanangkan, yaitu merebut kembali gelar Juara Umum pada perhelatan MTQ Nasional XXXI 2026 yang akan datang di Semarang.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal:Selain nuansa syiar, kehadiran Bazar UMKM di halaman KP3B sukses menyulap area perkantoran menjadi pusat perputaran ekonomi baru yang padat pengunjung sejak hari pertama dibukanya acara.
Sinkronisasi dengan Kebijakan Pendidikan: Momentum pembukaan MTQ terasa kian bermakna karena bertepatan dengan kebijakan perluasan Program Sekolah Gratis oleh Pemprov Banten hingga menjangkau Madrasah Aliyah (MA) Swasta, memperkuat fondasi karakter generasi muda berbasis agama.
Tepat pada hari Kamis, 9 Juli 2026, ketegangan kompetisi mencapai puncaknya seiring berlangsungnya babak final. Seluruh kabupaten dan kota kini tengah menanti dengan antusias rekapitulasi nilai akhir yang akan menentukan daerah mana yang berhak menyandang gelar prestisius sebagai Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten pada upacara penutupan malam nanti. (Hilal)



