EKBISPAR.COM – Ada yang menarik dari masalalu Halimah Yacob, Sang Presiden Singapura. Ia adalah seorang anak yang membantu ibunya berjualan untuk menyambung hidup di masa kecil, sebelum akhirnya berkarier di bidang hukum dan politik hingga menjadi Presiden ke-8 Singapura.
Ayahnya meninggal dunia saat ia berusia delapan tahun. Untuk menghidupi keluarga, ibunya berjualan nasi padang menggunakan gerobak kecil, dan Halimah kecil rutin membantu mencuci piring serta melayani pelanggan.
Berkat kerja keras dan beasiswa, ia berhasil menamatkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Singapura.
Ia pernah bekerja di organisasi buruh National Trades Union Congress (NTUC), lalu terjun ke dunia politik pada tahun 2001.
Ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura (2013) dan kemudian dilantik sebagai Presiden ke-8 Singapura pada September 2017.
Rekam Jejak
Halimah Yacob bisa menjadi Presiden Singapura karena memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang, memenuhi kualifikasi ketat konstitusi, serta terpilih dalam Pemilihan Presiden 2017.
Berikut adalah faktor utama yang membawa Halimah Yacob menjadi kepala negara perempuan pertama di Singapura:
1. Memenuhi Kriteria Kelayakan yang Sangat Ketat
Singapura menerapkan aturan yang sangat ketat untuk calon presiden, terutama dari sektor publik atau swasta. Halimah Yacob memenuhi syarat dari sektor publik karena ia telah menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura selama lebih dari tiga tahun (2013–2017).
Di bawah hukum Singapura, seseorang yang pernah menduduki jabatan publik senior tertentu secara otomatis dianggap memenuhi syarat kompetensi.
2. Kebijakan “Pemilihan Khusus” (Reserved Election)
Pemilihan Presiden tahun 2017 di Singapura merupakan pemilihan khusus yang dikhususkan untuk komunitas Melayu.
Undang-undang Singapura menyatakan bahwa jika suatu kelompok ras (Tionghoa, Melayu, atau India/Lainnya) tidak ada yang menjadi presiden selama lima masa jabatan berturut-turut, maka pemilihan berikutnya akan dikhususkan bagi kandidat dari ras tersebut.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan representasi multi-etnis di tingkat kepala negara. Karena sudah lebih dari 46 tahun tidak ada presiden dari etnis Melayu sejak Presiden pertama Yusof Ishak, maka pilpres 2017 dikhususkan untuk warga Singapura keturunan Melayu.
3. Menang Tanpa Lawan (Walkover)
Dari beberapa orang yang mendaftarkan diri pada Pilpres 2017, Departemen Pemilihan Singapura (ELD) menyatakan bahwa hanya Halimah Yacob yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan ketat baik dari segi administrasi, rekam jejak jabatan, maupun sertifikasi dari Komite Komunitas Melayu.
Karena ia menjadi satu-satunya calon yang lolos kualifikasi dan dinyatakan sah, Halimah Yacob langsung ditetapkan sebagai Presiden Singapura tanpa melalui proses pemungutan suara (menang mutlak/walkover) pada September 2017.
4. Rekam Jejak Karier dan Politik yang Kuat
Sebelum menjadi presiden, ia sudah dikenal luas sebagai figur yang merakyat dan berintegritas tinggi melalui berbagai posisi strategis:
Aktivis Buruh: Menghabiskan waktu puluhan tahun di National Trades Union Congress (NTUC) untuk memperjuangkan hak-hak pekerja dan perempuan.
Anggota Parlemen: Terpilih sebagai Anggota Parlemen (MP) sejak tahun 2001.
Menteri Negara: Pernah menjabat sebagai Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda, dan Olahraga.
Melayu
Ia lahir dan besar di Singapura, tepatnya di sebuah rumah di Queen Street pada tanggal 13 Agustus 1954. Ayah Halimah adalah seorang pria keturunan India Muslim, sedangkan ibunya adalah seorang wanita keturunan Melayu.
Secara administratif dan konstitusional di Singapura, Halimah Yacob dikategorikan dan diakui secara resmi sebagai bagian dari komunitas Melayu Singapura. (Hilal)



