EKBISPAR.COM – Beberapa waktu lalu Ryu Kintaro, seorang konten kreator dan pengusaha cilik asal Jakarta yang dikenal melalui akun TikTok dan Instagram @marios.id serta @ryu_kintaro viral.
Ryu memulai bisnisnya di usia yang sangat muda, yaitu sekitar 9 tahun. Ia adalah siswa kelas SD yang viral karena pola pikirnya sebagai “perintis”.
Ia memiliki kedai jamu modern bernama Tjap Nyonya Kaya Idenya muncul karena pengalamannya sendiri yang merasa jamu buatan ibunya sangat pahit. Hal ini mendorongnya untuk membuat inovasi jamu yang enak dan tidak pahit agar disukai anak muda dan anak-anak.
Produknya menggabungkan resep tradisional dengan sentuhan modern, seperti jamu kunyit asam sparkling dan beras kencur latte.
Dari hasil membuat konten selama beberapa tahun, Ryu berhasil membangun bisnisnya sendiri dan kini telah memiliki kedai fisik (cafe) jamu kekinian. Ia sering melakukan eksperimen sosial di media sosial untuk mempromosikan produknya.
Perintis Bukan Pewaris
Ryu Kintaro yang lahir April 2015 viral karena narasi “perintis bukan pewaris”. Ia merintis usaha jamu tradisional Tjap Nyony Kaya dan mengelola kanal media sosial dengan jutaan pengikut, menghasilkan omzet tahunan mencapai miliaran rupiah.
Ryu memiliki beberapa outlet yang menjual varian jamu seperti kunyit asem dan beras kencur seharga Rp30.000-an.
Ia sangat populer di berbagai platform, dengan jutaan pengikut (1,6 juta+ YouTube, 1,1 juta+ Instagram, dan 2,5 juta TikTok).
Ryu dikabarkan berhasil meraih pendapatan hingga Rp1 miliar per tahun dari bisnis dan kontennya.
Ryu ini ternyata putra dari Christopher Sebastian, CEO Makko Group.
Meskipun sering dikaitkan dengan privilese, ia menekankan dirinya sebagai “perintis” yang memulai dari nol dengan hasil usahanya sendiri, bukan pewaris usaha orang tua.
Ia memulai bisnis pada usia 7 tahun, termasuk bisnis franchise ayam goreng yang pernah tutup dalam 3 hari.
Konten-konten Ryu sering berisi edukasi bisnis, finansial, dan motivasi yang ditargetkan untuk anak muda agar giat memulai usaha. (Hilal)



