EKBISPAR.COM – Buat kamu yang suka menikmati pemandangan berkemah di malam hari dengan latar lampu perkotaan (city lights) dari ketinggian, Mt. Sumbing 3371 mdpl alias Gunung Sumbing, Jawa Tengah, dengan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut bisa jadi pilihan.
Pemandangan malam hari di sini luar biasa keren. Kita bisa menikmati kerlap-kerlip lampu kota alias city light dari area perkemahan di lereng atau jalur pendakian gunung tersebut.
Secara umum, Gunung Sumbing sangat aman untuk didaki asalkan kamu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) resmi yang ditetapkan oleh pihak pengelola basecamp.
Pengelolaan jalur pendakian di gunung ini sudah terstruktur dengan sangat baik berkat Forum Pengelola Gunung Sumbing.
Meskipun demikian, tingkat keamanan mendaki gunung ini sangat bergantung pada kesiapan diri sendiri dan faktor alam, dengan detail faktor risiko serta regulasi.
Karakteristik utama Gunung Sumbing adalah jalurnya yang didominasi oleh tanjakan curam yang konsisten (continuous uphill) hampir di sepanjang rute. Beberapa rute ekstrem seperti Jalur Banaran bahkan memiliki medan vertikal bebatuan (Watu Ondo) yang menantang.
Pada musim hujan, jalur tanah merah bisa berubah menjadi sangat licin dan berlumpur. Sebaliknya, pada musim kemarau panjang, jalur menjadi sangat berdebu dan kering, sehingga rentan menyebabkan gangguan pernapasan serta meningkatkan risiko kebakaran hutan.
Di area mendekati puncak atau sabana terbuka, embusan angin bisa menjadi sangat kencang ditambah suhu dingin ekstrem yang meningkatkan risiko hipotermia jika pendaki tidak membawa pakaian hangat yang memadai.
Pihak pengelola menerapkan aturan ketat di setiap pos perizinan (basecamp) untuk memastikan semua pendaki pulang dengan selamat.
Petugas di basecamp (seperti di Basecamp Butuh Kaliangkrik) secara rutin memeriksa kelayakan peralatan dan jumlah logistik yang dibawa pendaki sebelum diizinkan mendaki.
Pengelola menerapkan sanksi tegas jika sampah yang dibawa turun tidak sesuai dengan daftar logistik awal saat pendaftaran.
Demi keselamatan fisik dan mencegah kelelahan ekstrem, beberapa jalur pendakian seperti Gajah Mungkur menerapkan larangan keras bagi pendaki yang ingin melakukan sistem tektok atau mendaki bolak-balik tanpa berkemah.
Jika ingin mendaki ke tempat ini, lakukan olahraga kardio (seperti joging atau naik-turun tangga) minimal 1–2 minggu sebelum mendaki untuk menyiapkan otot kaki dan jantung karena medannya yang berat.
Jika merasa belum percaya diri dengan medan atau belum berpengalaman, sangat disarankan untuk menyewa jasa pemandu (guide) resmi dari pihak basecamp.
Jangan lupa selalu membawa jaket gunung windproof (tahan angin), jas hujan, serta buff/masker untuk melindungi pernapasan dari debu jalur. (Hilal)



