EKBISPAR.COM – Jodipan. Orang-orang mengenalnya sebagai kampung warna-warni. Kampung ini viral dan sempat menjadi lokasi syuting film.
Kampung Wisata Jodipan atau dikenal sebagai Kampung Warna-warni adalah Kampung Wisata Jodipan pertama di Kota Malang, Jawa Timur.
Tempat ini berupa kawasan permukiman padat di bantaran Sungai Brantas yang dulunya kumuh, lalu disulap menjadi area penuh warna cerah, mural unik, dan spot foto menarik.
Kampung ini berawal dari ide kreatif sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tahun 2016.
Mereka bekerja sama dengan perusahaan cat lokal dan TNI Angkatan Udara untuk mengecat dinding serta atap rumah warga.
Misi mereka adalah mengubah imej kawasan kumuh pinggir sungai menjadi destinasi wisata yang bersih dan indah.
Daya tarik kampung ini adalah rumah warna-warni dengan dinding dan atap rumah dicat dengan warna cerah mencolok. Selain itu ada jembatan berlantaikan kaca yang menghubungkan kawasan Jodipan dengan Kampung Tridi (Kampung 3D).
Di sini banyak spot foto instagramable, seperti lukisan tiga dimensi dan lorong gang yang tertata artistik.
Linimasa
Kampung Wisata Jodipan didirikan dan mulai dicat sejak Mei 2016, lalu secara resmi diresmikan sebagai destinasi wisata pada 4 September 2016 oleh Wali Kota Malang saat itu, H. Mochamad Anton.
Sebelum dikenal sebagai Kampung Warna-Warni, wilayah permukiman padat di bantaran Sungai Brantas ini sudah ada sejak lama. Namun, transformasi totalnya menjadi ikon wisata berjalan melalui linimasa berikut:
Mei 2016: Pengerjaan awal dan proses pengecatan rumah warga dimulai oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berkolaborasi dengan perusahaan cat lokal.
Juni – Agustus 2016: Kampung ini mendadak viral di media sosial karena keunikan visualnya, meskipun saat itu fasilitasnya belum sepenuhnya selesai.
4 September 2016: Pemerintah Kota Malang meresmikan kawasan ini secara legal sebagai objek wisata baru.
2017: Jembatan Kaca Ngalam dibangun untuk menghubungkan kampung ini dengan Kampung Tridi yang terletak di seberangnya.
Meski sejak 2016, secara umum, sampai saat ini Jodipan <span;>masih bagus dan layak dikunjungi<span;>, terutama sebagai spot foto ikonik di Kota Malang. Meski begitu, kondisinya saat ini mengalami beberapa perubahan dibandingkan masa kejayaannya pada tahun 2017–2019 lalu.
Jika dilihat dari atas jembatan jalan raya atau saat kereta api melintas, pemandangan warna-warni kampung ini tetap terlihat sangat cantik, unik, dan eye-catching.
Setelah tidak lagi mendapat sokongan dana CSR penuh seperti dulu, warga sekitar berjuang mandiri. Mereka secara swadaya mengecat ulang dinding rumah secara berkala menggunakan dana yang dikumpulkan dari tiket masuk.
Jembatan Kaca Ngalam yang menjadi penghubung ke Kampung Tridi masih kokoh dan menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.
Biaya masuknya masih sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang. (Hilal)



