EKBISPAR.COM — Camat Anyar, Kabupaten Serang, Imron Ruhyadi, berhasil menyatukan puluhan perguruan atau peguron seni budaya pencak silat dan debus di wilayah Kecamatan Anyar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menyongsong Festival Anyer-Panarukan sekaligus Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500.
Kegiatan digelar dalam rangka Kick Off Festival Anyer-Panarukan, yang dirangkaikan dengan Festival Seni Budaya Silat Terumbu Banten, serta pengukuhan pengurus DPC Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten (PPSTB) Kecamatan Anyar dan enam padepokan se-Kecamatan Anyar.
Acara berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Anyar, Jumat (14/8/2026) malam, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP PPSTB Suci Azhi, Ketua DPW PPSTB Provinsi Banten Raden Faruq Febrian, Ketua DPD PPSTB Kabupaten Serang Imron Ruhyadi yang juga Camat Anyar, serta Ketua PPSTB Kota Serang Sarudin yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.
Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang Surtaman, Kepala Bidang KIP Diskominfo Ahmad Jajuli, serta Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata pada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Dito Candra Wirastyo.
Ribuan warga dan para pesilat dari puluhan perguruan turut memeriahkan kegiatan. Perwakilan masing-masing perguruan menampilkan jurus kembangan sebagai ciri khas seni bela diri mereka. Suasana semakin meriah saat pertunjukan debus ditampilkan dan mendapat perhatian antusias dari masyarakat.
“Malam hari ini, Jumat 14 Agustus 2026, kami Pemerintah Kecamatan Anyar sudah melaksanakan kegiatan awal dalam rangka menyongsong dan menyambut Festival Anyer-Panarukan sekaligus menyongsong Hari Jadi Kabupaten Serang yang ke-500,” kata Imron.
Menurut Imron, kegiatan tersebut terasa istimewa karena dikolaborasikan dengan Festival Seni Budaya Silat Terumbu Banten, termasuk pengukuhan dan pelantikan pengurus DPC PPSTB Kecamatan Anyar serta para pengurus padepokan.
“Memang hari ini agak istimewa karena kita rangkaikan dengan Festival Seni Budaya Silat Terumbu, terutama pengukuhan sekaligus pelantikan pengurus DPC dan padepokan,” ujarnya.
Imron menjelaskan, kegiatan kolaboratif tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat Kecamatan Anyar terhadap rencana pelaksanaan berbagai kegiatan Festival Anyer-Panarukan.
“Kegiatan ini kami lakukan setelah dilakukannya perjanjian kerja sama antara Bupati Serang dengan Bupati Situbondo. Insya Allah ini bentuk dukungan dan ke depan kegiatan Anyer-Panarukan masyarakat Anyar akan mendukung penuh,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan awal, masyarakat Kecamatan Anyar menyatukan berbagai potensi seni dan budaya lokal, khususnya pencak silat dan debus. Puluhan peguron dan padepokan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Dari mulai ciri khas masing-masing silat tiap peguron atau padepokan sampai dengan seni budaya debusnya semua ditampilkan, sehingga menjadi lebih meriah untuk kegiatan ini,” ungkap Imron.
Berkaca dari antusiasme masyarakat, Imron berharap ke depan Kecamatan Anyar dapat menggelar kegiatan yang lebih besar dan meriah. Apalagi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Serang turut hadir dan memberikan dukungan.
“Ini sebagai bentuk bahwa memang insya Allah ke depan kita akan coba kegiatan yang lebih meriah lagi dalam rangka Festival Anyer-Panarukan sekaligus melestarikan seni budaya silat, terutama di Kecamatan Anyar dan umumnya di Kabupaten Serang,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda awal. Ke depan, pihaknya akan berupaya mengembangkan kegiatan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dan pemerintah.
“Yang jelas ini agenda awal kami, tahun depan kita akan buat event yang lebih meriah lagi, dengan melibatkan semua unsur,” tandasnya.
Imron juga mengimbau masyarakat Kecamatan Anyar untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan rangkaian kegiatan Festival Anyer-Panarukan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo.
“Tentunya membawa manfaat bagi kedua kabupaten, baik Kabupaten Serang maupun Kabupaten Situbondo,” paparnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (29/7/2026).
Kedua pemerintah daerah tersebut sepakat menggelar Festival Anyer-Panarukan yang merupakan bagian dari peluncuran program Anyer-Panarukan 3R (Road, Route, Roots).
Anyer-Panarukan merujuk pada jalur yang dibangun pada era kolonial pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 1808. Jalur tersebut dikenal sebagai Jalan Raya Pos dan membentang sekitar 1.000 kilometer.
MoU ditandatangani Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Pendopo Rakyat Situbondo.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali jalur Anyer-Panarukan sebagai koridor pariwisata sejarah, pengembangan ekonomi kreatif, serta ruang kolaborasi antarwilayah.
Melalui Festival Anyer-Panarukan, potensi seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif masyarakat di sepanjang jalur tersebut diharapkan semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(dik).



