EKBISPAR.COM – Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menjadi sorotan publik setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.
Mengawali debutnya dengan melesat 34,12% ke level Rp228 hingga terkena Auto Rejection Atas (ARA), saham emiten hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini sempat mengalami volatilitas ekstrem hingga anjlok ke Rp200 sebelum kembali rebound dan masuk jajaran top gainers di kisaran harga Rp280 per saham.
Setelah penawaran umum perdana (IPO) sukses menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar, saham RANS mengalami euforia yang kuat.
Dalam beberapa hari bursa, saham ini berayun dari batas atas ARA di sesi pembukaan, sempat mengalami tekanan jual ekstrem yang membawanya ke level Rp200 pada sesi perdagangan 13 Juli 2026, hingga kemudian berhasil membalikkan tren dan diperdagangkan di kisaran Rp274 hingga Rp280 per lembar saham
Dana segar dari IPO ini rencananya akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, termasuk sekitar 37,61% untuk penyelenggaraan konser.
Menjelang masa pencatatannya, manajemen RANS juga telah membantah rumor miring di media sosial terkait isu pencucian uang dan memastikan bahwa valuasi perusahaan murni didorong oleh kinerja bisnis dan investasi.
<span;>RANS
<span;>
<span;>Laman Kontan membahas, perseroan ini menjadi salah satu emiten baru di sektor media, hiburan, dan ekonomi kreatif yang menarik perhatian investor.
Berdasarkan Pengumuman Pencatatan Efek Nomor Peng-P-00787/BEI.PP2/07-2026, RANS mencatatkan sebanyak 12.609.250.000 saham, yang terdiri atas 10.084.250.000 saham pendiri dan 2.525.000.000 saham hasil penawaran umum perdana (IPO).
Melalui penawaran umum perdana saham ini, perseroan menawarkan saham kepada publik dengan porsi free float sebesar 20,02% dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar.
Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung menjadi buruan investor. Hingga pukul 09.30 WIB, saham RANS berada di level Rp 228 atau menyentuh ARA.
Merangkum data IPOT, antrean beli mencapai sekitar 20 juta lot dan terus bertambah. Besarnya antrean tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap saham perseroan pada hari pertama pencatatan di BEI.
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media digital, produksi konten, hiburan, manajemen talenta, pemasaran digital, hingga penyelenggaraan berbagai acara (event organizer).
Perseroan mengembangkan berbagai platform digital yang memanfaatkan pertumbuhan industri kreator dan media digital di Indonesia.
Melalui IPO, perseroan menghimpun dana untuk memperkuat ekspansi usaha, pengembangan teknologi, modal kerja, serta memperluas jaringan bisnis.
Sejak didirikan, RANS telah membangun berbagai unit bisnis yang mencakup:
Produksi konten digital (YouTube dan media sosial)
Manajemen artis dan kreator
Digital advertising dan brand activation
Event dan entertainment
Intellectual Property (IP)
Commerce dan lisensi merek
Pengembangan platform digital
Model bisnis tersebut membuat RANS memperoleh pendapatan dari iklan digital, kerja sama komersial, produksi konten, penyelenggaraan acara, lisensi, hingga berbagai aktivitas bisnis kreatif lainnya.
Perseroan dipimpin oleh jajaran profesional dan pendiri RANS Entertainment yang telah berpengalaman di industri media digital dan hiburan.
Melansir data prospektus BEI, emiten RANS mencatatkan kinerja keuangan yang menurun sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
Pada tahun 2025, RANS membukukan pendapatan sebesar Rp 353,38 miliar, turun 13,91% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp 410,50 miliar. Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba kotor juga turun menjadi Rp 152,72 miliar dari sebelumnya Rp 159,22 miliar.
Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 61,05 miliar pada 2025.
Angka ini turun 38,82% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp 99,80 miliar. Total aset RANS per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 461,03 miliar, sementara total liabilitas turun menjadi Rp 120,23 miliar dari Rp 156,53 miliar pada tahun 2024.
Dengan demikian, total ekuitas perseroan berada di level Rp 340,80 miliar pada akhir 2025. (Hilal)



