EKBISPAR.COM – Setiap Jumat, jamaah datang ke masjid dari berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, berdagang, hingga dalam perjalanan. Ketika ruang utama masjid sudah penuh, saf salat pun meluas ke teras, halaman, atau area sekitarnya. Bagi yang tidak membawa sajadah, ada kebutuhan sederhana yang belum selalu terpenuhi: alas yang memadai untuk menunaikan salat.
Situasi yang akrab dijumpai ini menginspirasi KAHF menghadirkan Scents of Pray, alas salat dengan sentuhan wewangian khas KAHF yang tersedia gratis melalui dispenser khusus di area luar masjid. Jamaah dapat mengambilnya saat membutuhkan, menggunakannya untuk salat, lalu membawanya pulang untuk digunakan kembali.
Dalam pengembangannya, KAHF menggandeng seniman ilustrasi untuk menghadirkan desain khusus pada Scents of Pray. Ilustrasi memberikan karakter pada alas salat, sementara sentuhan wewangian menjadi pelengkap kenyamanan penggunaannya. Perhatian pada fungsi, desain, dan aroma ini dihadirkan dalam satu benda sederhana yang dapat menemani kebutuhan ibadah jamaah.
“Di tengah berbagai kesibukan, ada hal-hal penting yang tetap ingin kita jaga, salah satunya ibadah. Kami percaya bahwa memahami kebutuhan pria berarti juga memahami bagaimana mereka menjalani kesehariannya. Karena itu, kami ingin terus menghadirkan hal-hal yang benar-benar bermanfaat, termasuk membantu mereka beribadah dengan lebih mudah dan nyaman,” ujar Billy Dharmawan G, Head of Brand Building KAHF.
Semangat tersebut sebelumnya juga diwujudkan KAHF melalui penyediaan fasilitas KAHF Musala di festival musik seperti Synchronize Fest dan Jakarta Running Festival (JRF). Di tengah keramaian konser dan berbagai aktivitas festival, fasilitas ini membantu pengunjung Muslim mendapatkan ruang untuk menunaikan ibadah tanpa harus meninggalkan area acara.
Jika KAHF Musala menghadirkan ruang beribadah di tengah festival, Scents of Pray menjawab kebutuhan berbeda yang ditemui saat salat Jumat. Keduanya berangkat dari pemahaman yang sama, bahwa aktivitas dan kesibukan sehari-hari tidak seharusnya membuat kebutuhan beribadah menjadi lebih sulit. (Hilal)



