EKBISPAR.COM – Mengusung tagline “Citra Rasa Kopi Leuweung yang Sesungguhnya” ini dia Kopi Puhu. Leuweung itu bahasa Sunda yang berarti hutan. Pernah coba?
Kopi Puhu adalah kopi robusta lokal khas Pandeglang, Banten, yang berasal dari pohon kopi tua liar di hutan semak belukar Desa Bandung, Kecamatan Banjar.
Diproduksi oleh BUMDes, kopi ini dikenal murni tanpa campuran (100% kopi), diproses secara tradisional, dan dijuluki “kopinya para suhu” karena aroma dan rasanya yang istimewa.
Karakteristik Kopi Puhu Bubuk adalah Robusta Buni (biji kecil seukuran kacang hijau).
Kopi yang berasal dari Desa Wisata Bandung, Pandeglang, Banten ini mengklaim dalam setiap kemasannya menyajikan 100% biji kopi asli, tanpa campuran, organik karena tumbuh liar.
Proses kopi ini di-roasting (sangrai) dan digiling menjadi bubuk, dikemas dalam aluminium foil.
Kopi Suhu
Seperti yang tertera dalam laman Pemprov Banten, sesuai dengan namanya, “Kopi Puhu, Kopinya Para Suhu”. Sajian kopi nikmat khas Pandeglang ini tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan para orang tua zaman dulu di Desa Wisata Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Mereka biasa mengkonsumsi kopi dari pohon kopi tua yang sudah lama tumbuh liar di tanah Banjar tanpa ditanam khusus oleh masyarakat.
“Kopi Puhu berasal dari pohon kopi tua yang tumbuh liar, tidak ditanam secara khusus oleh masyarakat tempo dulu,” kata Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bandung, Adam.
Berdasarkan tutur pitutur dari warga sekitar, sejak dahulu masyarakat di Kecamatan Banjar tidak pernah mengalami gangguan penyakit lambung akibat meminum kopi, sebab diproses secara tradisional.
Proses pengolahan Kopi Puhu dimulai dari masa panen, penumbukan, sangrai, hingga penyaringan yang sudah dilakukan sejak dahulu oleh nenek moyang, tanpa campuran bahan kimia.
Saat ini sudah ada sekitar 50 kelompok petani Kopi Puhu terdiri dari masyarakat sekitar. Jumlah ini masih terus berkembang. (Hilal)



