EKBISPAR.ID – Indonesia tak kurang jenis ubi. Namun Ubi asal Peru satu ini semakin menyemarakkan perumbi-umbian di Indonesia dan sudah banyak dijual. Namanya ubi yakon.
Ubi yakon (Smallanthus sonchifolius) adalah umbi-umbian asal Pegunungan Andes, Peru, yang populer sebagai superfood karena rasanya manis, berair, dan renyah seperti buah pir atau bengkoang.
Sering dimakan mentah, ubi ini kaya prebiotik (fruktooligosakarida) yang baik untuk pencernaan dan membantu mengontrol gula darah, sehingga aman bagi diabetesi.
Dengan rasa dan tekstur manis alami, renyah, berair, dan segar, ubi ini sering disebut “pear dari tanah”.
Ubi yakon dapat langsung dimakan mentah setelah dikupas, dijadikan jus, atau campuran salad.
Ubi yakon memiliki manfaat untuk kesehatan karena ringgi antioksidan bisa meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan tulang, dan mengontrol gula darah (rendah kalori).
Kandungan utamanya adalah mengandung Fruktooligosakarida (FOS), sejenis gula yang tidak dapat diserap tubuh sehingga tidak menaikkan gula darah secara drastis.
Bentuk fisik ubi ini berwarna coklat di luar, kuning muda/oranye di dalam, dan kulitnya tipis.
Ubi yakon saat ini mulai banyak dibudidayakan di Indonesia, salah satunya di daerah Wonosobo, Jawa Tengah, dan menjadi camilan sehat alternatif yang populer.
Ubi yakon dijual di Indonesia terutama melalui platform e-commerce (seperti Lazada dan Tokopedia) dan media sosial sebagai komoditas sehat yang sedang viral, dengan harga sekitar Rp30.000–Rp32.000 per kg untuk ubi segar.
Selain umbi, bibit rimpang dan daun keringnya juga dijual, dengan budidaya intensif di dataran tinggi.
Ubi Rasa Buah
Pasar utama ubi yakon dipasarkan sebagai “ubi rasa buah” yang manis dan renyah, aman untuk penderita diabetes karena mengandung inulin.
Penjualan online sangat populer, dengan permintaan mencapai ratusan pesanan per hari.
Ubi ini dapat ditemukan di toko online (Lazada, Tokopedia) serta beberapa pasar swalayan seperti Hypermart.
Ubi yakon dibudidayakan di dataran tinggi (sekitar 1.300 mdpl) seperti di Wonosobo.
Selain umbi segar yang langsung dimakan, daun kering yakon juga dijual sebagai teh herbal.
Ubi yakon kini semakin mudah didapatkan karena permintaannya yang tinggi sebagai makanan fungsional sehat di Indonesia. (Hilal)



