EKBISPAR.COM – Setelah direnovasi, Stasiun Rangkasbitung tampil dengan wajah baru yang lebih modern dan megah bergaya Ultimate. Stasiun tersebut kini menjadi stasiun terbesar di Provinsi Banten.
Revitalisasi besar-besaran ini meningkatkan kapasitas stasiun secara drastis dari 26.000 menjadi 83.000 penumpang per hari, menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman bagi pengguna.
Pembaruan utama pada Stasiun Rangkasbitung meliputi:
Bangunan Dua Lantai: Area yang jauh lebih luas dengan arsitektur modern.
Fasilitas Modern: Dilengkapi dengan eskalator dan peron yang lebih nyaman.
Aksesibilitas Tinggi: Dilengkapi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang estetik untuk memisahkan alur penumpang KRL (Commuter Line) dan Kereta Lokal Merak.
Kapasitas Masif: Mampu menampung hingga 83.000 penumpang setiap harinya.
<span;>Laman Jawa Pos membahas, wajah baru Stasiun Rangkasbitung memiliki desai berbeda, dengan mengusung konsep identitas lokal khas masyarakat Baduy namun dengan sentuhan modern.
Modernisasi ini sekaligus menjawab kebutuhan kapasitas pengguna commuter yang terus meningkat di wilayah Banten.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jakarta Ferdian Suryo Adhi memastikan peningkatan stasiun tidak hanya berfokus pada sisi visual dan fasilitas, tetapi juga karakter budaya.
“Prinsipnya adalah untuk peningkatan kapasitas stasiun. mengingat Stasiun Rangkasbitung adalah salah satu stasiun besar di wilayah Banten. Konsep peningkatannya prinsipnya modernisasi terhadap stasiun dan fasilitasnya dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal (khususnya di desain JPO),” ujar Ferdian kepada JawaPos.com, Senin (24/11/2025).
Ikon budaya Baduy terlihat jelas pada desain jembatan penyeberangan orang (JPO), yang dibuat menyerupai rumah adat.
Identitas budaya ini semakin terasa seiring penambahan ornamen khas Baduy di bagian dalam stasiun.
“Desainnya JPO inspirasinya pada Rumah Adat Baduy. Nantinya dari operator juga akan melengkapi dengan hiasan ornamen-ornamen Baduy di dalam stasiun secara bertahap,” ucapnya.
Modernisasi Stasiun Rangkasbitung tidak hanya soal tampilan. Fasilitas baru dirancang untuk mempercepat mobilitas harian penumpang, terutama pengguna KRL Commuter Line.
Beberapa fasilitas yang kini sudah hadir:
– 7 lift & 5 eskalator
– Musala
– 4 toilet untuk KA lokal dan KA commuter
– 4 akses pintu masuk
– 2 area drop off
– Ruang laktasi
– Toilet disabilitas
– 15 gate ticketing
– Area tenant
– JPO penghubung sisi utara–selatan untuk umum
Dengan peningkatan fasilitas tersebut, kapasitas Stasiun Rangkasbitung kini melonjak drastis dari 26.000 menjadi 83.000 penumpang per hari atau tiga kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
Perpaduan modernisasi dan kearifan lokal menjadikan stasiun ini bukan hanya simpul transportasi, tetapi juga etalase budaya Baduy yang menyapa setiap penumpang yang melintas. (Hilal)



