EKBISPAR.COM – Pelaksanaan Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Xchange Mall Tangerang Selatan, resmi ditutup pada Minggu (24/5/2026). Dalam sambutannya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M Moesa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta percepatan digitalisasi pembayaran di Provinsi Banten.
Mengusung tema “Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera”, Shafara dan Digiwara 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026, dengan antusiasme tinggi dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum.
Ameriza menegaskan, Shafara dan Digiwara bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi umat yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
“Berbagai rangkaian kegiatan digelar selama acara berlangsung, mulai dari pameran UMKM produk halal, seminar, talkshow, literasi keuangan, awarding, business matching pembiayaan syariah, fasilitasi sertifikasi halal, perlombaan, hingga layanan pembayaran digital,” katanya.
“Seluruh kegiatan tersebut menjadi ruang sinergi dalam memperluas ekosistem ekonomi syariah dan digitalisasi pembayaran di Provinsi Banten,” tambahnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, Shafara dan Digiwara 2026 menghadirkan sejumlah inovasi dan penguatan program ekonomi syariah. Salah satunya melalui optimalisasi wakaf produktif dengan penguatan ekosistem pemberdayaan masjid serta percepatan edukasi dan literasi ekonomi syariah melalui pelaksanaan Olimpiade Ekonomi Syariah Regional (OESR) dan berbagai talkshow literasi ekonomi syariah.
” Tahun ini, Bank Indonesia Provinsi Banten juga berkolaborasi dengan Digiwara melalui penyediaan layanan pembayaran digital yang semakin luas. Sebanyak 61 booth turut meramaikan kegiatan, terdiri dari 18 booth Lembaga Keuangan Syariah dan mitra, 35 booth UMKM di area LG 1 dan 2, serta 8 booth di Cup of Banten. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 54 booth.
Peningkatan partisipasi itu turut tercermin dari capaian transaksi selama kegiatan berlangsung. Hingga penutupan acara, total pengunjung selama tiga hari mencapai 80.180 orang atau rata-rata 26.727 pengunjung per hari,” jelasnya.
Lebih lanjut Ameriza menyampaikan bahwa total transaksi tercatat mencapai Rp4,34 miliar atau 145 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut meningkat 5,26 persen mencapai Rp4,34 miliar atau 145 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut meningkat 5,26 persen dibanding transaksi Shafara 2025.
Rincian transaksi meliputi penjualan UMKM dan komitmen business matching sebesar Rp548,5 juta, business matching ekspor produk UMKM Rp1,29 miliar, business matching dalam negeri Rp2,5 miliar, serta business matching pembiayaan syariah UMKM sebesar Rp1,01 miliar. Selain itu, masih terdapat potensi pembiayaan lanjutan mencapai sekitar Rp1,14 miliar berdasarkan hasil kurasi kebutuhan pembiayaan UMKM.
” Di sektor digitalisasi pembayaran, sebanyak 1.241 masyarakat melakukan konsultasi dan aktivasi layanan di Booth Digiwara, meliputi QRIS TAP Experience, konsultasi produk, hingga pembayaran pajak dan retribusi daerah menggunakan QRIS dengan total nominal transaksi mencapai Rp27,9 juta, dan selama kegiatan berlangsung juga tercatat pembukaan 65 rekening dan akun mobile banking baru, pemrosesan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 juta, serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai Rp3 miliar,” ungkapnya.
Adapun transaksi non-tunai UMKM selama kegiatan mencapai Rp485,9 juta, dengan transaksi QRIS sebesar Rp281,7 juta dari total 1.615 transaksi.
Tak hanya itu, seminar, talkshow, edukasi, public expose, dan perlombaan yang digelar selama Shafara dan Digiwara 2026 diikuti lebih dari 1.050 peserta. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan dengan rata-rata kunjungan mall mencapai 20.200 orang per hari.
Ameriza menyebut, capaian tersebut menunjukkan Shafara dan Digiwara tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah serta digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
Dalam momentum penutupan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Banten juga melakukan penandatanganan komitmen bersama dengan lima masjid mitra wakaf produktif di Kota Tangerang Selatan untuk optimalisasi wakaf melalui ekosistem masjid dengan target pemberdayaan 1.000 UMKM masjid sebagai mustahik.
“Mari kita bersama-sama melangkah, menyatukan potensi syariah dan digital demi Banten yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.(dik)



