ZETIZENS.ID — UMKM Sekartani terus berkembang sebagai pelaku usaha di bidang herbal yang mengolah berbagai rempah alami menjadi produk siap konsumsi. Usaha ini telah berdiri selama kurang lebih lima tahun dan menunjukkan potensi besar, bahkan hingga mampu menembus pasar ekspor.
Sekartani dikenal sebagai UMKM herbal yang mengolah bahan baku dari hulu hingga hilir. Artinya, proses produksi dilakukan secara mandiri mulai dari pemilihan bahan hingga menjadi produk jadi yang siap dipasarkan kepada konsumen.
Berbagai bahan alami digunakan dalam proses produksinya. Rempah-rempah seperti kunyit, temulawak, jahe merah, kencur, sereh, bawang putih, hingga gula aren menjadi komposisi utama dalam produk Sekartani.
“Bahan bakunya dari temulawak, rempah-rempah, jahe merah, kencur, sereh, bawang putih, dan gula aren,” ujar pelaku UMKM Sekartani. Dengan bahan alami tersebut, Sekartani menghadirkan beragam produk herbal yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga praktis dikonsumsi oleh masyarakat modern.
Produk-produk ini menyasar kebutuhan gaya hidup sehat yang kini semakin meningkat. Saat ini, Sekartani memiliki sekitar delapan varian produk. Di antaranya adalah jamu instan untuk menjaga kebugaran tubuh, kunyit bubuk, gula semut sebagai pemanis alami, serta wedang jahe yang cocok dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh.
“Produknya banyak, ada sekitar delapan. Mulai dari jamu, kunyit bubuk, gula semut, sampai wedang jahe,” jelasnya. Dari sisi harga, produk Sekartani tergolong terjangkau. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp10.000 hingga Rp45.000, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Menariknya, meskipun berawal dari skala UMKM, produk Sekartani kini sudah mulai merambah pasar internasional. Hal ini menjadi bukti bahwa produk herbal berbasis kearifan lokal memiliki daya saing tinggi, baik di pasar domestik maupun global. “Peluangnya bagus, bahkan sudah ada yang ekspor,” ungkapnya.
(Sarah)


