EKBISPAR.COM — Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD, yang dikenal sebagai RS Mata Wakaf pertama di Indonesia sekaligus satu-satunya RS Mata khusus wakaf di Provinsi Banten, mencatatkan langkah bersejarah dalam dunia pendidikan kesehatan. Rabu, 1 April lalu, unit semi otonomnya, Achmad Wardi Training Center (AWTC), secara resmi menjalani proses visitasi penilaian Akreditasi Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan oleh Direktorat Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,.
Langkah akreditasi ini diambil sebagai wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengamanatkan bahwa setiap pelatihan atau kegiatan peningkatan kompetensi tenaga medis dan kesehatan harus diselenggarakan oleh lembaga pelatihan yang telah terakreditasi oleh Pemerintah Pusat,. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif oleh tim asesor Kemenkes RI, mencakup tiga komponen utama: Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Pelatihan (Kurikulum & SDM), serta Sarana Prasarana Penunjang.
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Mutu SDM Kesehatan Kemenkes RI, dr. Yudhi Pramono, MARS, menekankan pentingnya standarisasi mutu. Beliau menyampaikan harapan agar AWTC terus mengembangkan program pelatihan yang memiliki ciri khas unggul. “Lembaga diklat yang terakreditasi memiliki tanggung jawab besar, termasuk kewajiban menyelenggarakan minimal dua pelatihan gratis per tahun bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia sebagai bentuk sumbangsih nyata bagi negara,” tegas dr. Yudhi.
Menanggapi harapan tersebut, Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi, dr. Pradipta Suarsyaf, MMRS, MPM, Dipl, BA, FRSPH, FISQua, FAAPM, SCL, menyatakan apresiasi mendalam atas bimbingan dari tim Kemenkes. Beliau menegaskan bahwa akreditasi AWTC adalah manifestasi dari core value rumah sakit, yakni “Proedusocio” (Professional, Educational, & Social).
“Aspek Educational dalam nilai dasar kami menuntut RSAW untuk tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga menjadi pusat peradaban ilmu pengetahuan melalui pendidikan SDM kesehatan,” ujar dr. Pradipta. Beliau menambahkan bahwa visi ini selaras dengan hakikat wakaf yang mengedepankan amal jariyah dan kemaslahatan umat melalui penyediaan tenaga kesehatan yang kompeten dan berkualitas nasional maupun internasional.
AWTC telah menyiapkan struktur yang solid untuk mencapai Akreditasi Paripurna, termasuk pembentukan tim Audit Mutu Internal (AMI) yang bertugas memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) dan kualitas pelayanan pelatihan berjalan secara sistemik dan berkelanjutan. Dengan status RS Mata Wakaf, AWTC berkomitmen penuh mendukung pemerintah dalam mencapai target transformasi SDM kesehatan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas di seluruh pelosok negeri.


