EKBISPAR.COM – Bagi masyarakat Kota Serang yang tumbuh besar di era 90-an, nama Roberta tentu memuat banyak memori manis. Pusat perbelanjaan legendaris yang terletak di kawasan pusat kota, tepatnya di Jalan S.A. Tirtayasa, Royal, ini dulunya merupakan sebuah toko obat dan gudang padi.
Seiring berjalannya waktu, tempat ini bertransformasi menjadi sebuah toko serba ada atau toserba yang menjelma sebagai primadona belanja warga lokal.
Posisinya sangat ikonik karena berdiri berdampingan dengan deretan pusat perbelanjaan lawas lainnya, sekaligus menjadi saksi bisu perkembangan tata kota di Serang dari masa ke masa.
Pada masa kejayaannya, Roberta bukan sekadar tempat belanja, melainkan pusat hiburan yang sangat lengkap.
Berbagai fasilitas modern di masanya hadir memanjakan pengunjung, mulai dari supermarket Hero, arena bermain arcade yang selalu ramai oleh anak-anak, toko buku yang lengkap, hingga deretan restoran waralaba ternama seperti CFC.
Keberadaan gerai-gerai populer ini menjadikan Roberta sebagai pusat gaya hidup terdepan yang selalu dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan dan menjelang hari raya.
Namun, roda berputar dan lanskap bisnis terus berubah. Posisi Roberta sebagai destinasi utama mulai tergerus sejak kehadiran pusat perbelanjaan yang jauh lebih besar dan modern di Kota Serang, seperti Ramayana Mall Serang dan Mall of Serang.
Seiring dengan beralihnya minat masyarakat ke mal-mal baru tersebut, jumlah pengunjung Roberta merosot tajam.
Penurunan ini berdampak langsung pada kelangsungan bisnis para penyewa, hingga satu per satu gerai waralaba serta tenant besar di dalam gedung memilih untuk angkat kaki.
Kehilangan para penyewa utama ini menjadi pukulan telak yang membuat daya tarik Roberta kian merosot dan menyisakan area yang sunyi.
Kondisi tersebut diperparah oleh hantaman pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Pembatasan mobilitas masyarakat dan krisis ekonomi global menjadi faktor penentu yang akhirnya menyudahi riwayat operasional mal mini ini.
Roberta Serang secara resmi menutup seluruh aktivitas bisnisnya secara permanen menjelang Lebaran tahun 2020.
Setelah penutupan tersebut, gedung yang penuh sejarah ini sempat dibiarkan kosong selama beberapa waktu dan menyisakan kenangan masa lalu di sudut kawasan Royal.
Kini, wajah kawasan di sekitar bangunan lawas tersebut telah berubah drastis seiring dengan perkembangan wilayah yang signifikan.
Walau tidak lagi beroperasi sebagai tempat perbelanjaan komersial, Pemerintah Kota Serang terus bergerak menata area Royal Baroe menjadi pusat wisata malam dan ruang publik yang lebih segar.
Demi menunjang kenyamanan para pejalan kaki di kawasan tersebut, pemerintah setempat bahkan sedang mengkaji rencana untuk mengalihfungsikan eks gedung atau area Roberta menjadi salah satu kantong parkir strategis.
Transformasi ini menjadi babak baru bagi Roberta, dari pusat belanja modern di masanya, kini bersiap mendukung mobilitas kota yang lebih tertata. Penasaran akan dijadikan apa gedung ini ya? (Hilal)



