EKBISPAR.COM — Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Provinsi Banten hingga Januari 2026 tercatat sebesar Rp4,544 miliar. Angka tersebut terkontraksi 3,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Kanwil DJKN Banten menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan pola yang lazim terjadi di awal tahun anggaran.
“Posisi Januari ini merupakan pola yang wajar karena masih awal periode kontrak kinerja yang baru, sehingga aktivitas dan optimalisasi penerimaan belum sepenuhnya berjalan maksimal,” ujarnya. Ia menambahkan, berdasarkan tren lima tahun terakhir, lonjakan capaian PNBP biasanya terjadi pada akhir tahun.
“Kalau melihat tren sebelumnya, lonjakan capaian PNBP umumnya terjadi pada bulan Desember atau triwulan IV,” katanya. Dari total realisasi Rp4,544 miliar tersebut, kontribusi terbesar berasal dari lelang sebesar Rp4,5 miliar. PNBP lelang bahkan tumbuh 52,32 persen secara year-on-year, dengan realisasi per Januari mencapai 8,7 persen dari target 2026 sebesar Rp50,888 miliar.
Sepanjang 2025, kinerja PNBP DJKN Banten tetap menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp144,69 miliar atau 167,55 persen dari target. Untuk 2026, target PNBP kembali dinaikkan menjadi Rp93 miliar dan hingga Januari telah terealisasi sekitar 8 persen.
Dari sisi aset, total nilai Barang Milik Negara (BMN) di Provinsi Banten tercatat sebesar Rp122,78 triliun atau sekitar 1,73 persen dari total BMN nasional. Nilai tersebut didominasi aset berupa tanah senilai Rp61,44 triliun. “Nilai BMN terbesar didominasi oleh tanah, dan berdasarkan kementerian/lembaga, nilai terbesar berasal dari Kementerian PUPR sebesar Rp45,69 triliun,” jelasnya.
Sementara itu, total underlying asset di Provinsi Banten hingga Januari 2026 mencapai Rp28,17 triliun atau 29,22 persen dari total BMN wilayah tersebut. “Komposisi underlying asset didominasi tanah senilai Rp27,56 triliun, dengan nilai terbesar berasal dari Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.
(Sarah)


