EKBISPAR.COM – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasojo, melakukan tinjauan langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon guna memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan menghadapi periode libur Idul Fitri 1447 H.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin (16/4/2026) tersebut, manajemen menegaskan komitmen menjaga keandalan sistem selama masa siaga.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Cilegon, Romadhoni Sigit, menjelaskan bahwa meskipun secara administratif berada di Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, pembangkit ini lebih dikenal dengan nama PLTGU Cilegon karena letaknya yang strategis di dekat gerbang Tol Cilegon Timur dan melayani subsistem kelistrikan Cilegon.
PLTGU Cilegon merupakan objek vital yang memegang peranan penting dalam menyuplai listrik bagi kawasan industri di Banten. Dengan daya terpasang mencapai 740 MW, pembangkit ini menjadi tulang punggung bersama beberapa pembangkit lain di wilayah tersebut.
“Secara operasional, kami siap memasok daya hingga 720 MW jika dibutuhkan. Untuk pola harian, beban rata-rata berkisar antara 100 hingga 310 MW, menyesuaikan dengan kebutuhan sistem dan pola industri yang ada,” ujar Romadhoni Sigit di hadapan Dirut PLN.
Selain berfungsi sebagai penyuplai industri, PLTGU Cilegon memiliki keunggulan sebagai black start system. Artinya, pembangkit ini mampu memberikan respons cepat untuk memulihkan sistem kelistrikan di Banten jika terjadi gangguan tak terduga (blackout).
Kesiapan Personel dan Energi Primer
Guna mengawal kelancaran ibadah Idul Fitri dan kenyamanan masyarakat, PLN telah menyiagakan ratusan personel ahli di lokasi.
Total personel 130 orang yang terdiri dari Operator, Pemeliharaan, Engineering, TAT, Security, dan K3. Pemeliharaan berkala (Steam) telah tuntas dilaksanakan pada Februari lalu, memastikan mesin dalam kondisi prima, untuk pasokan gas mengandalkan suplai dari PHE Onshore North Sumatra dan top-up dari FSRU Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula gambaran umum ketahanan energi nasional selama masa Siaga Rafi (Ramadan dan Idul Fitri). PLN memproyeksikan adanya penurunan beban puncak nasional dari 46.000 MW menjadi sekitar 35.017 MW karena banyaknya industri yang meliburkan operasionalnya.
Secara nasional, ketahanan energi primer berada dalam kondisi aman stok Batubara rata-rata nasional mencapai 18 Hari Operasi (HOP). Sedangkan stok BBM bertahan untuk 8 hari operasional secara nasional.
“Kami siaga 24 jam penuh untuk memastikan kondisi kelistrikan tetap aman. Seluruh tim, mulai dari pemeliharaan hingga pengamanan, siap siaga di pos masing-masing selama periode lebaran ini,” jelas Romadhoni.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo menegaskan, bahwa seluruh sistem kelistrikan nasional, mulai dari pasokan energi primer hingga jaringan transmisi, berada dalam kondisi aman dan andal untuk melayani masyarakat selama masa Ramadan dan Lebaran.
PLN telah memastikan stok batubara, gas, dan BBM untuk pembangkit dalam posisi aman. Pemeliharaan infrastruktur juga telah dirampungkan jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
“Kami mengerahkan lebih dari 72.000 personel yang tersebar di 4.100 posko di seluruh penjuru Indonesia. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan nyaman,” ujar Darmawan.
Secara nasional, PLN memproyeksikan penurunan beban puncak selama libur Idul Fitri karena melambatnya aktivitas industri. Beban puncak biasanya di angka 45 sampa 46 Giga Watt, dalam rangka hari raya Idul Fitri ini turun menjadi 35 Giga Watt.
“Industri-industri mulai slow down, mulai mudik ke keluarga masing-masing dikampung halaman masing-masing. Kita melihat bahwa beban puncak mulai turun, dan diperkirakan nanti pada hari raya Idul Fitri beban puncak 35 GW, Sedangkan daya mampu pasok sekitar 51, 9 GW. Jadi cadangan cukup,” jelas Darmawan.
Di PLTGU Cilegon sendiri, beban terpantau menurun karena banyak industri yang sudah mulai libur.
Meski demikian, kesiagaan tetap dijaga 24 jam.
Menutup pernyataannya, Dirut PLN menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, atas arahan sehingga PLN terus siaga mempersiapkan agar sistem kelistrikan andal di seantero indonesia dan juga saudara-saudara yang mudik bisa menjalankan midiknya dengan penuh kebahagian aman sampai tujuan.
“Saya juga ucapkan terimakasih kepada teman-teman media yang membantu menyiarkan, mengkomunikasikan bahwa sistem kelistrikan andal dan kami semuanya siaga bekerja all out, agar ramadhan dan Idul Fitri 2026 ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Dan khusus nanti untuk Idul Fitri pada hari H nya, baik itu H-1 atau pas hari H nya nanti kita juga mempersiapkan semua lokasi yang menjadi temapt ibadah kami pastikan pasokan listriknya andal sehingga saat pelaksanaan salat Id dapat berjalan dengan khusyuk dan lancar,” tutup Darmawan.(Siska)


