EKBISPAR.COM – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, secara resmi mengukuhkan Sofwan Kurnia sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten pada hari ini, menggantikan Ameriza M. Moesa yang telah bertugas sejak Februari 2024 hingga Juni 2026.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari proses rutin estafet kepemimpinan Bank Indonesia sekaligus momentum untuk memperkuat peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses kesinambungan organisasi.
Menurutnya, hal yang terpenting adalah memastikan berbagai program yang telah berjalan dengan baik dapat terus diperkuat, sekaligus menghadirkan gagasan dan energi baru dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Dalam konteks Provinsi Banten, Bank Indonesia memandang Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian nasional dengan basis industri yang kuat, investasi yang terus berkembang, konektivitas yang semakin baik, serta posisi geografis yang menghubungkan Jawa dan Sumatera.
Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, perekonomian nasional tetap menunjukkan ketahanan.
Pada Triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan. Banten bahkan mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, sebesar 5,49%, didukung konsumsi, investasi, serta kinerja sektor-sektor utama.
Selanjutnya Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono menegaskan bahwa momentum ini perlu terus dijaga, sehingga sinergi menjadi kata kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru bagi Banten.
Sejalan dengan kinerja tersebut, Thomas A.M. Djiwandono berpesan kepada Sofwan Kurnia sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten saat ini agar terus memperkuat peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas asesmen ekonomi daerah, memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan dan responsif.
Selanjutnya Bank Indonesia akan berupaya mendorong Banten untuk semakin kuat sebagai pusat industri dan investasi2, serta memanfaatkan posisi Banten dalam aglomerasi Jabodetabek sebagai sumber pertumbuhan baru.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten turut menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam mengawal pembangunan ekonomi daerah.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa sinergi dengan Bank Indonesia diperlukan untuk mendukung visi “Banten Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi”, antara lain melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional, fasilitasi investasi, penguatan UMKM dan rantai pasok lokal, serta transformasi digital.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Menurutnya, ketika harga pangan meningkat, pemerintah harus bergerak bersama untuk mencari solusi. Demikian pula ketika investasi menghadapi hambatan, diperlukan upaya bersama untuk menemukan jalan keluar.
Sementara itu, bagi pelaku UMKM yang membutuhkan akses pasar dan pembiayaan, pemerintah harus hadir untuk memberikan dukungan.
Setiap peluang baru bagi Banten juga harus dipastikan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Gubernur Banten menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten membuka ruang seluasluasnya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia.
Ia berharap hubungan antara Pemerintah Provinsi Banten dan Bank Indonesia ke depan tidak sekadar menjadi hubungan formal antarlembaga, tetapi berkembang menjadi sinergi yang kuat sebagai satu tim dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Banten.
Dengan kepemimpinan yang kuat dan sinergi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Banten dapat terus memperkuat kontribusinya bagi perekonomian nasional. (Hilal)



