EKBISPAR.COM – Ada kontes kol terberat di Festival Pemuda Merdeka Desa Baroko 2026 dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81. Kol yang dilombakan di Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini adalah jenis green nova. Kabar ini viral di media sosial.
Pemenang juara 1 atas nama Fikar dari Batu Ke’de, Masalle dengan Berat Kol 6,344 KG.
Juara 2 atas nama Badi Slebor dari desa Baroko, Baroko dengan Berat Kol 6,262 KG.
Juara 3 atas nama Cullang dari Batu Ke’de, Masalle dengan Berat Kol 6,056 KG.
Dan para juara masing-masing berhak atas trophy dan uang pembinaan.
Lomba digelar di lapangan Sepak Bola Baroko, Kecamatan Baroko, Enrekang.
Kontes kol terberat ini diadakan pada hari Minggu, 6 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Pemuda Merdeka IV tahun 2026 dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.
Kondisi geografis Baroko yang membuatnya sangat cocok untuk pertanian sayur sayuran jumbo.
Kol biasa yang umumnya hanya berbobot 1,5 hingga 3 kilogram) karena kombinasi beberapa faktor antara lain para juara dalam kontes tersebut menggunakan benih kubis hibrida varietas Green Nova dari Takii Seed. Varietas ini memang dikenal memiliki karakteristik genetik khusus.
Selain itu, di daerah ini memiliki pertumbuhan tanaman yang sangat kuat (vigor) dan menghasilkan krop berbentuk semi-bulat yang besar, keras, serta sangat padat. Kepadatan inilah yang membuat bobotnya jauh lebih berat dibanding kol biasa.
Varietas ini sangat toleran terhadap penyakit busuk hitam dan busuk lunak. Tanaman yang bebas dari serangan penyakit dapat mengalokasikan seluruh energinya untuk membesarkan ukuran krop daun.
FYI, Kecamatan Baroko berada di wilayah dataran tinggi Kabupaten Enrekang. Daerah pegunungan ini menyediakan lingkungan tumbuh yang ideal bagi tanaman kubis.
Kubis membutuhkan suhu sejuk untuk membentuk krop daun yang optimal.
Karakteristik tanah pegunungan di Enrekang kaya akan materi organik alami yang mendukung sistem perakaran tanaman untuk menyerap nutrisi secara maksimal.
Perawatan Intensif
Untuk keperluan kontes, para petani menerapkan perawatan yang jauh lebih intensif daripada budidaya komersial biasa.
Tanaman diberikan asupan pupuk kandang atau kompos secara maksimal untuk memacu pertumbuhan vegetatif daun.
Jarak antar-tanaman dibuat lebih renggang agar setiap pohon kol mendapatkan paparan sinar matahari penuh dan ruang gerak yang luas tanpa harus berebut nutrisi tanah dengan tanaman di sebelahnya. (Hilal)



