EKBISPAR.COM – Belum lama ini Fahmi Bo resmi membuka usaha kuliner sederhana yang dijalankan langsung dari kediamannya. Ia dan istri dibantu oleh Raffi Ahmad.
Laman Kapanlagi membahas, aktor senior yang dikenal lewat perannya di sinetron Lupus kini tengah merintis babak baru dalam hidupnya.
Di tengah perjuangan memulihkan kondisi kesehatan, ia memutuskan untuk mengejawantahkan impian lamanya yang sempat tertunda.
Keputusan untuk terjun ke dunia bisnis makanan ini diakui Fahmi merupakan cita-cita yang sudah ia pendam sejak masih belia.
“Ya, sebenarnya nggak ada alasan apa-apa, tapi memang ini cita-cita aku yang kepengin banget punya usaha kuliner. Cuma belum terkabulkan sebelumnya. Ya, alhamdulillah baru kali ini bisa terwujud, walaupun masih kecil-kecilan di rumah,” ucap Fahmi Bo saat ditemui tim Kapanlagi di kawasan rumahnya, kawasan Pal Merah, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).
Kelahiran 28 Januari 1973 ini menceritakan bahwa sejak kecil dirinya sudah memiliki imajinasi untuk mengelola toko kue atau rumah makan. Namun, pendar kesempatan itu baru datang sekarang setelah melewati berbagai fase kehidupan yang pelik. Ia menganggap usaha ini sebagai bentuk ikhtiar untuk masa depan keluarganya.
“Sudah dari aku kecil ya, kepengin punya toko kue, punya restoran, punya rumah makanlah. Tapi Allah belum kasih. Nah, insyaallah dengan usaha yang seperti ini, kita jalani dulu ikhtiarnya,” jelas suami Nita Anita Khairiyyah ini.
Persiapan usaha ini dilakukan secara kekeluargaan bersama sang istri dan anak-anak. Awalnya, ada keinginan untuk membuka warung nasi dengan menu yang beragam. Namun, mempertimbangkan kondisi Fahmi yang masih butuh perawatan intensif di tempat tidur, rencana tersebut akhirnya disederhanakan agar tidak membebani sang istri.
Fahmi Bo merasa beruntung memiliki keluarga yang sangat mendukung langkahnya ini. Diskusi demi diskusi dilakukan untuk menentukan konsep yang paling tepat dan efisien. Fokus utama mereka adalah menyajikan hidangan yang lezat namun tetap praktis dalam proses pengolahannya setiap hari.
“Tadinya mau buka warung nasi, cuma kasihan Ibu karena harus urus aku juga hampir 24 jam. Urus aku yang serba di tempat tidur. Jadi kalau warung nasi menunya banyak, nanti Ibu kecapekan,” tutur Fahmi Bo menceritakan pertimbangan di balik konsep usahanya.
Saat ini, kedai sederhana miliknya mulai dikenal oleh warga sekitar maupun pelanggan di jagat maya. Fahmi memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan menu-menunya agar pilar bisnisnya semakin kuat.
Buntut Sapi
Nita menjadi sosok sentral yang mengolah berbagai menu andalan keluarga. Salah satu yang menjadi primadona adalah hidangan Acar Buntut Sapi yang memiliki pendar rasa unik dan segar.
Nita mengungkapkan bahwa menu tersebut dipilih karena merupakan kegemaran keluarga besar mereka setiap momen Lebaran. Setelah melakukan beberapa kali percobaan di dapur sendiri, ia akhirnya berhasil menemukan takaran yang pas. Masakan ini pun kini menjadi pilar utama dalam daftar menu yang mereka tawarkan kepada pelanggan.
“Akhirnya kepikiran, eh kita buka acar buntut saja. Kan kamu pintar bikin acar buntut, itu juga menu kesukaan keluarga kita. Kalau nggak habis, ya kita yang makan, jadi nggak mubazir. Akhirnya pilih tiga menu itu saja yang simpel,” ucap Nita Anita Khairiyyah.
Selain Acar Buntut Sapi, Nita juga menyiapkan Sop Iga Sapi dan Pindang Bandeng Betawi yang menjadi kekayaan kuliner lokal.
Resep-resep tersebut didapatkan secara turun-temurun dan dikembangkan agar sesuai dengan selera pasar saat ini. Ketelitian Nita dalam memilih bahan baku segar di pasar menjadi kunci utama kelezatan masakannya.
Seluruh proses mulai dari belanja bahan hingga memasak dikerjakan sendiri oleh Nita. Ia harus membagi waktu dengan sangat teliti antara mengelola dapur dan merawat Fahmi Bo yang masih sulit beraktivitas.
“Belanja sendiri. Pokoknya semuanya Ibu. Belanjanya, masaknya, sambil menyediakan semuanya. Karena sekarang belum ada yang bantu, aku belum bisa apa-apa, anak-anak juga kerja,” tambah Fahmi Bo memuji kerja keras pilar hidupnya tersebut.
Ciri khas dari Acar Buntut Sapi buatan Nita terletak pada kuahnya yang segar dengan perpaduan rasa asam dan pedas dari cabai hijau utuh.
Penggunaan bawang utuh dalam kuah tersebut memberikan sensasi makan yang berbeda dari sop buntut pada umumnya. Nita menjamin bahwa setiap porsi yang disajikan dibuat dengan penuh ketulusan hati.
Bisnis yang baru berjalan selama tiga hari ini awalnya hanya ditujukan untuk penjualan daring melalui pesan singkat. Namun, karena banyaknya permintaan dari tetangga dan penggemar yang ingin makan di tempat, mereka akhirnya menyediakan meja kecil.
“Tujuan awal kita memang lebih ke jualan online ya lewat WA. Tapi banyak yang usul mending buka di sini saja sekalian kalau ada yang mau makan. Akhirnya kita beli meja, beli poster, ya tiba-tiba jadi begini,” tutur Fahmi Bo mengenai perkembangan usahanya. (Hilal)


