EKBISPAR.COM — Terungkap alasan dibalik aktris Dea Annisa atau yang dikenal sebagai Dea Imut yang menunda pernikahan demi biayai keluarga. Ia memilih memprioritaskan keluarga karena saat ini memegang peran sebagai tulang punggung.
Keputusan tersebut tidak lepas dari kondisi keluarga setelah sang ayah meninggal dunia. Sejak saat itu, Dea menjadi sosok yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dea juga bertanggung jawab membiayai pendidikan saudaranya.
Hal ini membuatnya harus bekerja keras dan mengatur prioritas hidup dengan lebih matang. Ibunda Dea, Masayu Chairani, mengungkapkan bahwa putrinya memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap keluarga sejak kepergian sang ayah.
“Dan tanggung jawabnya luar biasa. Kan papa sudah meninggal,” ungkapnya.
Peran sebagai tulang punggung keluarga membuat Dea harus menunda rencana pribadinya, termasuk pernikahan. Ia memilih memastikan kondisi keluarga stabil terlebih dahulu sebelum memikirkan kehidupan rumah tangga. Dalam kesehariannya, Dea dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan keluarga.
Bahkan, ia lebih sering menghabiskan waktu bersama sang ibu dibandingkan menjalani kehidupan seperti kebanyakan anak muda seusianya. “Dea itu anak yang sangat baik. Masya Allah. Orang-orang malam minggu pacaran, dia malah stay sama ibunya. Masya Allah. Dia itu anak yang selalu maunya sama keluarga,” tuturnya.
Dea juga disebut tidak pernah terbawa pergaulan. “Sampai detik ini, Alhamdulillah anakku enggak kenal diskotik. Dia kafe untuk minum kopi dan itu selalu ramai-ramai sama keluarga. Kalau pulang syuting ya dia langsung pulang ke rumah,” tambahnya.
Meski demikian, Dea tidak menutup kemungkinan untuk menikah di masa depan. Ia hanya ingin menunggu waktu yang tepat ketika tanggung jawabnya terhadap keluarga sudah lebih ringan. Kisah Dea Imut ini pun menuai simpati publik. Banyak yang mengapresiasi sikapnya yang mengutamakan keluarga di atas kepentingan pribadi. Namun disisi lain, banyak yang merasa iba dengan perjuangannya dan menyebut keluarganya tak bijaksana jika harus terus mengandalkan Dea.
(Sarah)


