EKBISPAR.COM – Kepiting soka alias kepiting cangkang lunak adalah istilah kuliner untuk kepiting bakau atau cylla serrata yang dipanen saat baru berganti kulit (molting).
Di Indonesia, kepiting soka sangat populer sebagai kuliner dan oleh-oleh khas dari Tarakan serta wilayah pesisir lainnya di Kalimantan Utara.
Selain Kalimantan Utara, wilayah lain di Indonesia yang menjadi pusat penghasil dan pembudidaya kepiting soka adalah Kalimantan Timur seperti Samboja dan Penajam Paser Utara dan Aceh khususnya di kawasan Banda Aceh.
Kepiting soka atau soft-shell crab memiliki cangkang yang lunak karena dipanen tepat setelah proses pergantian kulit molting. Dalam fase ini, kepiting melepaskan cangkang lamanya yang keras dan cangkang baru di bawahnya masih berupa lapisan tipis yang kenyal.
Untuk menghasilkan kepiting soka, petambak memisahkan kepiting dari air sesaat setelah atau sebelum mereka berganti kulit. Hal ini dilakukan agar cangkang barunya tidak sempat mengeras dan tetap empuk biasanya hanya diberi waktu sekitar jam.
Karena cangkangnya masih lunak, seluruh bagian tubuh kepiting, termasuk capit dan kakinya, bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu direpotkan dengan memecahkan cangkang yang keras.
Cangkang lunaknya yang dapat dikunyah ternyata kaya akan kalsium.
Budidaya
Budidaya kepiting soka atau kepiting cangkang lunak berfokus pada pemanenan saat kepiting mengalami pergantian kulit molting. Hasil rekayasa ini membuat seluruh bagian tubuh kepiting, termasuk cangkangnya yang masih lembut, bisa dikonsumsi secara utuh.
Berikut adalah tahapan dan detail penting dalam budidaya kepiting soka:
1. Metode Pemeliharaan
Sistem Kotak Individual: Kepiting ditempatkan dalam kotak-kotak berlubang yang disusun bersap (terapung di air payau/laut) agar tidak saling menyerang atau memakan sesama.
Pemotongan Anggota Tubuh: Untuk memicu proses molting, pembudidaya biasanya memotong capit dan kaki jalan (kecuali kaki renang) pada fase awal. Alternatif lain yang lebih modern menggunakan injeksi ekstrak bayam untuk melepaskan cangkang tanpa melukai kepiting.
2. Fase Panen & Penanganan
Jendela Waktu Sempit: Kepiting harus dipanen dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam setelah cangkang barunya terlepas. Jika terlambat, cangkang akan mengeras kembali.
Penyimpanan: Pasca panen, kepiting segera dimasukkan ke air tawar untuk menghilangkan amis dan langsung dibekukan (freezer) guna menjaga cangkang tetap empuk.
Kepiting soka sangat diminati oleh restoran seafood karena praktis dinikmati (tidak perlu memecah cangkang) dan memiliki rasa yang gurih.
Harga jual kepiting soka jauh lebih tinggi dibandingkan kepiting biasa, berkisar antara Rp55.000 hingga Rp75.000 lebih per kilogram tergantung pasokan. (Hilal)



