EKBISPAR.COM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza, menyebut kinerja perekonomian Banten pada 2025 menunjukkan hasil yang cukup positif. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas rata-rata nasional. Hal tersebut disampaikan dalam acara Buka Bersama Keluarga Besar Bank Banten, Perbankan, dan Media Banten, Rabu (11/3/2026).
“Berdasarkan data yang ada, Alhamdulillah Banten itu pertumbuhannya jauh di atas nasional. Tahun 2025 kita tumbuh 5,37 persen, sementara nasional hanya 5,11 persen,” kata Ameriza. Ia juga menjelaskan bahwa dari sisi inflasi, kondisi Banten justru lebih rendah dibandingkan tingkat nasional. Menurutnya, hal ini menjadi indikator bahwa stabilitas ekonomi daerah masih cukup terjaga.
“Sementara kalau dari inflasi kita lebih rendah dari nasional. Kita 2,74 persen, kalau nasional itu 2,92 persen. Jadi dari pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi, tapi dari inflasi kita lebih rendah,” ujarnya. Ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Banten masih memiliki peluang untuk meningkat. Namun, proyeksi tersebut sangat bergantung pada kondisi global yang relatif stabil.
“Kalau tidak terjadi apa-apa atau ceteris paribus, pertumbuhan Banten ini bisa naik dari 5,37 persen mungkin ke 5,5 atau 5,6 persen. Itu kalau tidak ada hal-hal yang luar biasa,” jelas Ameriza. Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama, terutama terkait kondisi geopolitik global dan kenaikan harga komoditas yang dapat berdampak pada perekonomian.
“Kita tahu di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak menentu, harga minyak meningkat, harga komoditas meningkat, kemudian distribusi barang juga semakin sulit. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk memitigasi risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi, termasuk di Banten,” katanya.
Namun demikian, Ameriza menilai masih terdapat tantangan dalam pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten. Sebagian besar aktivitas ekonomi dan digitalisasi masih terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya, sementara daerah lain seperti Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang masih perlu didorong pertumbuhannya.
Untuk itu, Bank Indonesia Banten mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perbankan dan wartawan, guna memperkuat literasi ekonomi masyarakat serta mempromosikan potensi budaya dan pariwisata daerah. Upaya ini diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah selatan Banten.
(Sarah)


