EKBISPAR.COM – Pernah ke Imah Kopi Gunung Karang, atau Imah Kopi Banten? Ini adalah destinasi agrowisata dan pusat kopi lokal di Kampung Sanim, Kelurahan Juhut, Pandeglang, Banten, yang diresmikan oleh Bank Indonesia.
Tempat ini menawarkan pengalaman ngopi dengan pemandangan alam yang indah, udara sejuk, serta memberdayakan ibu-ibu setempat.
Terletak di kaki Gunung Karang, Pandeglang, menawarkan suasana asri dengan pemandangan gunung kopi yang menenangkan.
Menyajikan kopi hasil budidaya masyarakat sekitar Gunung Karang, menjadikannya pusat komoditas kopi khas Pandeglang.
Di sini menyediakan berbagai olahan kopi, termasuk es kopi asmaranala, serta makanan khas Banten. Tempat ini juga menjadi destinasi edukasi kopi “dari hulu ke hilir”.
Pengelolaannya melibatkan masyarakat setempat, termasuk pemberdayaan ibu-ibu, serta menyediakan merchandise lokal.
Jam operasional buka setiap hari, dengan jam operasional sekitar pukul 09.00-20.00 WIB pada hari kerja dan 08.00-21.00 WIB pada akhir pekan.
Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang mencari tempat healing atau sekadar menikmati kopi berkualitas dengan suasana alam yang asri.
Budidaya
Laman Bantenprov.go.id membahas, Imah Kopi Banten merupakan upaya Pemerintah Provinsi Banten membudidayakan kopi dari hulu sampai hilir. Mulai dari penanaman kopi, pengolahan, sampai dengan pemasarannya.
Imah Kopi Banten yang terletak di Gunung Karang ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, dan masyarakat.
Produksi kopi di Provinsi Banten mencapai 2.100 ton per tahun. Pj Gubernur Banten, A Damenta saat itu mengatakan, kopi merupakan komoditas perkebunan di Banten. Ia optimis, budidaya kopi di Imah Kopi Banten memiliki potensi yang bagus. Apalagi ditunjang oleh branding pemasaran yang kekinian dengan tagline ‘Seruput Kopi Banten Rasa Nikmat Aroma Kuat’.
“Kita berharap budidaya kopi bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap A Damenta usai melaksanakan Meeting by Omset (MbO) dan Peninjauan Perkebunan Kopi di Imah Kopi Banten, Kelurahan Juhut Kecamatan Karang, Tanjung Kabupaten Pandeglang, Senin (17/2/2025).
Damenta berharap, Imah Kopi Banten menjadi pendorong berkembangnya Kopi Banten dan dikembangkan menjadi sebuah ekowisata unggulan di Provinsi Banten.
“Imah Kopi Banten, letaknya di kaki Gunung Karang dan memiliki view yang sangat indah. Memiliki potensi ekowisata yang besar untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” kata A Damenta.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauhid mengatakan, satu pertiga hasil produksi kopi Banten dihasilkan dari kawasan Gunung Karang.
Agus optimis, Kopi Banten bisa bersaing dengan kopi-kopi lain di nusantara. Agus menjelaskan, unggulan Kopi Banten adalah jenis Kopi Robusta, meskipun banyak juga menghasilkan jenis Kopi Arabika.
Keunggulan Kopi Robusta Banten memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibanding Kopi Robusta di wilayah Nusantara lainnya. “Rasanya lebih soft. Saya optimis Kopi Banten bisa bersaing,” kata Agus.
Manajer Imah Kopi Banten Aan mengatakan, produksi kopinya sudah merambah ekspor. “Salah satu tujuan ekspor adalah Malaysia,” kata Aan. (Hilal)


