EKBISPAR.COM – Mata uang Rial Iran (IRR) menjadi mata uang terendah di dunia (per awal 2026) terutama karena sanksi internasional yang melumpuhkan ekspor minyak, isolasi keuangan global, dan inflasi ekstrem.
Konflik geopolitik, korupsi sistemik, serta tingginya permintaan warga akan mata uang asing (dolar/emas) menyebabkan nilai tukar merosot hingga di bawah Rp1 per Rial.
Embargo Barat dan PBB membatasi Iran dalam menjual minyak dan mengakses sistem perbankan global (SWIFT), sehingga mengurangi pasokan mata uang asing secara signifikan.
Konflik dan sanksi menyebabkan kenaikan harga barang pokok yang tak terkendali, menurunkan daya beli, dan mengikis nilai Rial.
Masalah ekonomi internal yang berkepanjangan dan korupsi menurunkan kepercayaan investor dan masyarakat terhadap ekonomi Iran.
Sejauh ini, Warga Iran lebih memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar AS atau emas daripada Rial, yang mempercepat depresiasi mata uang.
Kebijakan pemerintah yang menyubsidi impor tertentu menciptakan ketimpangan pasar yang memicu spekulasi.
Akibatnya, nilai tukar Rial Iran terus terpuruk, bahkan mencatat rekor terendah di mana 1 dolar AS setara dengan lebih dari 1 juta Rial. (Hilal)


