EKBISPAR.COM — Kinerja penerimaan pajak di Provinsi Banten pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten, Aim Nursalim Saleh, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kepercayaan lebih besar dari pemerintah pusat dengan target penerimaan yang meningkat cukup tinggi. “Sampai Februari 2026 ini, kami di Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Banten diberi kepercayaan yang tinggi oleh kantor pusat, di mana target penerimaan dari Rp81 triliun pada 2025 naik menjadi Rp94,6 triliun di tahun 2026,” ujar Aim.
Menurutnya, target tersebut cukup menantang di tengah kondisi perekonomian saat ini. Namun, realisasi awal tahun menunjukkan capaian yang menggembirakan. “Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini kita menunjukkan tren yang positif. Realisasi bruto Januari sampai Februari 2025 sebesar Rp10,51 triliun, sementara di 2026 sudah mencapai Rp12,36 triliun,” jelasnya.
Peningkatan tersebut didorong oleh beberapa jenis pajak utama, terutama Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “Penerimaan ditopang oleh PPh badan yang naik 19,65 persen, kemudian PPN dan PPnBM sebesar 22,98 persen, serta PBB sekitar 19 persen,” katanya.
Meski demikian, terdapat penurunan pada PPh orang pribadi. “PPh orang pribadi mengalami penurunan sekitar 16,57 persen, namun secara keseluruhan penerimaan tetap tumbuh positif,” tambahnya. Untuk realisasi neto, setelah dikurangi restitusi, penerimaan pajak juga tetap menunjukkan peningkatan. “Dari sisi neto, tahun 2025 sebesar Rp9,29 triliun, dan di 2026 masih bisa bertahan di Rp10,76 triliun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penurunan pada PPh badan secara neto terjadi karena adanya restitusi pajak di awal tahun. Namun, secara umum tren penerimaan tetap berada di jalur positif. Selain itu, jika dilihat dari pola bulanan, realisasi penerimaan di awal tahun 2026 melampaui rata-rata tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya rata-rata penerimaan di Januari sekitar Rp5 triliun, namun tahun ini mencapai Rp10,6 triliun atau naik lebih dari 110 persen. Begitu juga Februari, realisasinya mencapai Rp5,3 triliun atau tumbuh sekitar 12,65 persen,” paparnya.
Ia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, sehingga target penerimaan sebesar Rp94,6 triliun dapat tercapai. “Mudah-mudahan tren ini terus meningkat di bulan-bulan berikutnya agar target penerimaan kami di tahun 2026 bisa tercapai,” pungkasnya.
(Sarah)


