EKBISPAR.COM — Menghadapi arus mudik tahun ini, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten melakukan penguatan signifikan pada infrastruktur kendaraan listrik (EV). Berdasarkan proyeksi tren pemudik yang meningkat, PLN Banten telah menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna memberikan kenyamanan bagi pengguna mobil listrik yang melintasi wilayah Banten menuju Sumatera maupun Jawa.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, mengungkapkan bahwa saat ini di wilayah Banten telah tersedia 255 unit SPKLU yang tersebar di 138 lokasi strategis. Penambahan ini berhasil memperpendek jarak antar titik pengisian daya menjadi lebih rapat.
“Tahun lalu jarak antar SPKLU masih sekitar 22 kilometer, namun dengan penambahan unit saat ini, jaraknya sudah menjadi 20 kilometer. Ini tentu lebih pendek dan memudahkan pelanggan,” ujar Joharifin dalam laporannya kepada Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo saat Cek Persiapan Idul Fitri di SPKLU Rest area km 43 Tangerang, Senin (16/03/26).
Selain menambah kuantitas, PLN juga melakukan langkah optimasi teknologi. SPKLU yang berada di titik-titik ramai kini telah ditingkatkan spesifikasinya menjadi Ultra Fast Charging. Strategi ini bertujuan untuk mempercepat durasi pengisian daya bagi pemudik yang mengejar waktu.
Sementara itu, unit pengisian daya dengan kapasitas lebih kecil direlokasi ke titik-titik di mana pengguna cenderung berhenti lebih lama.
“Unit yang kecil kita pindahkan ke lokasi seperti apartemen, hotel, hingga rest area tertentu yang tidak begitu memerlukan waktu singkat untuk pengisian daya,” tambahnya.
Data internal menunjukkan lonjakan signifikan pada penggunaan EV. Di wilayah Banten sendiri, transaksi SPKLU tercatat naik hingga empat kali lipat. Proyeksi tren pemudik di Banten diperkirakan naik 1,4 kali, sementara penambahan jumlah SPKLU di wilayah ini mencapai 1,5 kali lipat, lebih tinggi dari proyeksi kenaikan pemudik.
Secara nasional, PLN menyiagakan total 1.681 unit SPKLU untuk melayani para pemudik. Dukungan operasional juga diperkuat dengan 5.000 petugas, 994 lokasi pengisian, serta 14 unit SPKLU mobile untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalur mudik.
Khusus untuk pengguna jalan tol di Banten, PLN menyediakan layanan di lokasi strategis seperti Pelabuhan Merak dan Exit Tol Cikande. Selain itu, kehadiran fasilitas baru seperti EV Signature di Serpong diharapkan dapat memaksimalkan layanan bagi pengguna kartu EV.
Dengan kesiapan infrastruktur dari Banten hingga Bali, PLN optimis arus mudik pengguna kendaraan listrik tahun ini akan berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo Menanggapi, tren kenaikan pengguna kendaraan listrik (EV) yang diprediksi meningkat 1,5 kali lipat dibanding tahun 2025, PLN melakukan langkah optimasi besar-besaran di jalur mudik.
“Kita mengganti unit slow charging didaerah jalur mudik diganti menjadi fast charging dan ultra fast charging. Dan jumlahnya kami tambah menjadi 1,7 sampai 1,8 kali lipat. Kami juga ada fitur Trip Planner dan antrean digital pada aplikasi PLN Mobile untuk mengurai kepadatan,” terangnya.
“Tetapi kalau ada saudara-saudara kita yang mudik mengalami kesulitan dalam charging mobil listriknya, bisa menggunakan WhatsApp call yaitu 0877 7111 2123. Operator kami akan membantu dan kami juga sudah menyediakan 15 SPKLU Mobile yang langsung bisa menjemput di mana posisi mobil listrik tersebut,” imbuh Darmawan.
Darmawan juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk tetap waspada terhadap keamanan kelistrikan di rumah masing-masing. “Mohon jangan lupa mencabut peralatan listrik seperti setrika dan kompor listrik sebelum meninggalkan rumah,” pesannya.
Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, atas arahan dan dukungannya dalam menjaga keandalan energi nasional.
PLN berkomitmen memberikan pengamanan ekstra di lokasi-lokasi ibadah pada hari H Idul Fitri agar pelaksanaan salat Id dapat berlangsung khusyuk tanpa gangguan listrik.(siska)


