EKBISPAR.COM — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Bank Banten sebagai pilar utama perekonomian daerah. Andra menekankan bahwa Bank Banten bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan simbol kebanggaan dan kemandirian warga Banten. “Bank Banten adalah kebanggaan warga Banten. Insyaallah, ke depan bank ini akan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni dalam sambutannya di acara Ekbispar Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Aston Serang, Jumat 6 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur membagikan kisah sejarah yang mendalam mengenai kontribusi Banten bagi eksistensi Republik Indonesia. Ia mengenang peristiwa Agresi Militer tahun 1947, di mana peran pemimpin bangsa ditahan di Yogyakarta, namun eksistensi RI tetap terjaga berkat peran Syafruddin Prawiranegara, putra Banten berdarah Minang melalui Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Andra menceritakan bahwa di masa revolusi, Banten sempat terisolasi oleh sekutu yang mengakibatkan peredaran mata uang resmi terhenti. Menanggapi situasi darurat tersebut, Banten menjadi wilayah pertama yang menerbitkan mata uang lokal sendiri, yaitu Oeang Republik Indonesia Daerah Banten (Oeridab).
“Ini adalah bentuk partisipasi nyata Provinsi Banten dalam mempertahankan kemerdekaan. Kemandirian ekonomi yang kita cita-citakan hari ini harus mencontoh semangat perjuangan masa revolusi tersebut,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, Gubernur Andra mengumumkan bahwa mesin cetak uang Oeridab yang bersejarah telah ditemukan dan kini ditempatkan di lobi utama Kantor Pusat Bank Banten. Langkah ini diambil agar masyarakat Banten merasa memiliki keterikatan historis dengan bank milik daerahnya. Dengan melihat langsung bukti sejarah perjuangan ekonomi tersebut, diharapkan tumbuh rasa bangga dan kepercayaan bahwa Bank Banten adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa. “Saya ingin warga Banten merasa memiliki terhadap Bank Banten. Ini bukan sekadar bank, tapi bagian dari nafas perjuangan Provinsi Banten dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.


