EKBISPAR.COM – Unggas satu ini sangat familiar sebagai hewan ternak yang diperjualbelikan daging dan telurnya. Yap, entok.
Hewan berkaki dua dengan nama ilmiah Cairina moschata ini sering disebut mentok/itik serati/itik manila, jenis unggas air berotot yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Meskipun masih berkerabat dekat dengan bebek (famili Anatidae), entok memiliki karakteristik fisik, perilaku, serta nilai ekonomis yang sangat berbeda.
Ciri Fisik
Wajah Ber-Caruncle: Ciri paling mencolok dari entok adalah adanya kulit tebal bergeronjal seperti kutil (disebut caruncle) berwarna merah cerah di sekitar paruh dan mata, mirip seperti burung kalkun.
Postur Tubuh: Tubuhnya relatif lebih besar, lebar, dan berotot dibandingkan bebek biasa. Berat entok peliharaan jantan bahkan bisa mencapai 5 hingga 7 kg, sedangkan betina berkisar antara 2 hingga 5 kg.
Suara yang Tenang: Berbeda dengan bebek yang berisik dengan suara “kwek-kwek”, entok cenderung tenang. Suaranya lebih berupa desisan parau atau suara “ngorok”.
Kemampuan Terbang: Walaupun terlihat gemuk, entok memiliki sayap yang kuat dan mampu terbang jika merasa terancam atau saat mencari pasangan.
Jenis-jenis Entok Populer di Indonesia
Di dunia peternakan Indonesia, terdapat beberapa varietas entok yang digemari sesuai kebutuhan pasar:
Entok Lokal: Jenis yang paling umum dijumpai. Tubuhnya paling kecil dibandingkan jenis modern, namun sangat tahan banting terhadap cuaca, produktif bertelur, dan adaptif.
Entok Jumbo (Tronton / Nogorojo): Memiliki postur tubuh yang sangat panjang, tinggi, dan besar. Bobotnya bisa mencapai lebih dari 6 kg, menjadikannya primadona bagi peternakan komersial pedaging.
Entok Rambon: Sangat terkenal karena variasi warna bulunya yang menarik serta kaki yang kuning bersih. Jenis ini kerap diikutkan dalam kontes hobi karena keindahannya.
Entok Dragon (Cemani): Memiliki karakteristik unik berupa bulu, paruh, dan kaki yang didominasi warna hitam mengkilap.
Keunggulan Budidaya Entok
Budidaya entok semakin diminati peternak rumahan maupun skala besar karena mendatangkan keuntungan yang stabil.
Unggas ini terkenal memiliki daya tahan tubuh (imunitas) yang jauh lebih kuat dibanding ayam atau bebek biasa.
Entok adalah omnivora rakus yang tidak pemilih. Mereka bisa mengonsumsi pakan alternatif seperti dedak/bekatul, eceng gondok, azolla, limbah dapur, hingga sisa makanan.
Daging entok disukai karena lebih tebal, lebih gurih, dan memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dibanding daging bebek. Permintaan pasar untuk kuliner seperti pedesan entog, rica-rica, atau mentok bakar selalu tinggi.
Selain dari penjualan daging, peternak bisa mendapatkan penghasilan dari penjualan telur, bibit anakan (minti / Day Old Duck), serta bulu sayap/ekornya yang dicari sebagai bahan baku kok bulutangkis.
Tips Dasar Memulai Ternak
Jika Anda tertarik memeliharanya, siklus reproduksi entok adalah dengan bertelur (10–20 butir per periode) dan mengerami telurnya sendiri selama kurang lebih 35 hari.
Bagi pemula, disarankan memisahkan anakan yang baru menetas ke kandang khusus boks penghangat selama minimal 30 hari pertama untuk menekan angka kematian. (Hilal)



