EKBISPAR.COM – Setelah Bill Gates dan Mark Zuckerberg, kini ada lagi mahasiswa DO yang membuat bisnis bernilai Rp 370 Triliun. Mereka adalah Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu
Laman Kompas.com membahas, Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang selama ini dikenal sebagai pendiri perusahaan teknologi punya riwayat pendidikan tidak mulus. Keduanya drop out (DO) dari Harvard saat membangun perusahaan masing-masing, yakni Microsoft dan Facebook (kini Meta).
Sama seperti Bill Gates dan Zuck, ketiganya juga meninggalkan bangku kuliah untuk membangun perusahaan rintisan (startup) semikonduktor bernama Etched yang berbasis di San Jose, Amerika Serikat.
Walau masih tergolong muda dan perusahaan yang mereka bangun belum lama berdiri, Etched kini memiliki valuasi sekitar 21 miliar dollar AS (sekitar Rp 370,2 triliun).
Valuasi ini dicapai setelah Etched mendapatkan pendanaan baru senilai 700 juta dollar AS (sekitar Rp 12,34 triliun). Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Jane Street, perusahaan perdagangan kuantitatif yang menjadi salah satu pihak penting dalam perkembangan bisnis Etched.
Bukan sekadar menjadi investor, Jane Street juga merupakan pelanggan pertama Etched yang membeli sistem AI rack buatan startup tersebut.
Jane Street merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan kuantitatif, yakni aktivitas perdagangan yang mengandalkan model matematika dan teknologi untuk membantu mengambil keputusan dalam transaksi.
Selain Jane Street, sejumlah perusahaan investasi besar seperti Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, dan Blackstone juga disebut tertarik menjadi investor awal Etched.
Etched mengklaim telah mengantongi kesepakatan untuk produk-produknya dengan nilai total lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,63 triliun. Bikin chip khusus untuk AI Iinference Etched tidak mencoba membuat chip yang melakukan semua pekerjaan AI.
Startup ini memilih fokus pada satu bagian tertentu, yakni inference. Inference merupakan tahap ketika model AI yang sudah dilatih digunakan untuk menjawab pertanyaan pengguna atau menjalankan sebuah tugas. Ketika seseorang bertanya kepada chatbot AI, misalnya, proses menghasilkan jawaban tersebut merupakan bagian dari inference.
Etched ingin membuat proses tersebut berjalan lebih efisien dibandingkan menggunakan GPU Nvidia yang saat ini mendominasi pasar.
Untuk itu, perusahaan mengembangkan dua teknologi utama, yaitu Low Voltage Inference (LVI) dan Cluster Scale Memory (CSM). (Hilal)



