EKBISPAR.COM — Buat sebagian orang, lari mungkin terasa membosankan kalau dilakukan sendirian. Tapi hal itu justru jadi alasan lahirnya CLR Run, komunitas lari yang kini punya lebih dari 100 anggota.
Ketua CLR Run, Tb Nurman Rachmanudin, mengatakan komunitas ini secara resmi terbentuk pada 26 Juli 2026. Meski begitu, cikal bakal kebersamaan para pelari ini sudah dimulai sejak 2024.
Cerita awalnya cukup sederhana. Beberapa orang yang rutin lari di jalur Citraland ternyata sering bertemu. Karena punya hobi yang sama dan sama-sama ingin menjalani hidup lebih sehat, mereka akhirnya mulai lari bareng.
“Awalnya hanya lima orang. Kami setiap hari ketemu di jalur yang sama, sama-sama lari di Citraland dan punya hobi yang sama. Dari situ akhirnya terbentuk komunitas,” kata Nurman.
Dari yang awalnya cuma lima orang, CLR Run kini berkembang menjadi sekitar 100-110 anggota. Komunitas ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut lari, baik yang sudah terbiasa lari maupun yang baru mulai.
Nama CLR sendiri membawa semangat Cepat Lambat Runners sekaligus Community Long Runners. Intinya, tidak perlu minder soal pace. Mau larinya cepat atau santai, yang penting tetap bergerak dan menikmati prosesnya.
Lebih dari sekadar lari bareng, CLR Run juga menjadi tempat untuk belajar. Para anggota bisa saling berbagi pengalaman dan edukasi tentang teknik lari yang aman, membangun konsistensi latihan, sampai memperluas pertemanan.
“Kami ingin mulai dari mencari teman lari supaya tidak bosan, kemudian ada edukasi teknik lari yang aman. Ke depan juga ada kegiatan sosial dan charity,” ujarnya.
Buat yang penasaran ingin ikut, caranya juga cukup simpel. CLR Run rutin melakukan kegiatan lari bersama di jalur Citraland setiap pekan.
EKBISPAR.COM — Buat sebagian orang, lari mungkin terasa membosankan kalau dilakukan sendirian. Tapi hal itu justru jadi alasan lahirnya CLR Run, komunitas lari yang kini punya lebih dari 100 anggota.
Ketua CLR Run, Tb Nurman Rachmanudin, mengatakan komunitas ini secara resmi terbentuk pada 26 Juli 2026. Meski begitu, cikal bakal kebersamaan para pelari ini sudah dimulai sejak 2024.
Cerita awalnya cukup sederhana. Beberapa orang yang rutin lari di jalur Citraland ternyata sering bertemu. Karena punya hobi yang sama dan sama-sama ingin menjalani hidup lebih sehat, mereka akhirnya mulai lari bareng.
“Awalnya hanya lima orang. Kami setiap hari ketemu di jalur yang sama, sama-sama lari di Citraland dan punya hobi yang sama. Dari situ akhirnya terbentuk komunitas,” kata Nurman.
Dari yang awalnya cuma lima orang, CLR Run kini berkembang menjadi sekitar 100-110 anggota. Komunitas ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut lari, baik yang sudah terbiasa lari maupun yang baru mulai.
Nama CLR sendiri membawa semangat Cepat Lambat Runners sekaligus Community Long Runners. Intinya, tidak perlu minder soal pace. Mau larinya cepat atau santai, yang penting tetap bergerak dan menikmati prosesnya.
Lebih dari sekadar lari bareng, CLR Run juga menjadi tempat untuk belajar. Para anggota bisa saling berbagi pengalaman dan edukasi tentang teknik lari yang aman, membangun konsistensi latihan, sampai memperluas pertemanan.
“Kami ingin mulai dari mencari teman lari supaya tidak bosan, kemudian ada edukasi teknik lari yang aman. Ke depan juga ada kegiatan sosial dan charity,” ujarnya.
Buat yang penasaran ingin ikut, caranya juga cukup simpel. CLR Run rutin melakukan kegiatan lari bersama di jalur Citraland setiap pekan.
Agenda rutinnya terbagi menjadi dua. Sabtu digunakan untuk long run dengan jarak di atas 10 kilometer, sedangkan Minggu ada fun run dengan jarak sekitar 5 kilometer.
Jadi, tidak harus langsung kuat lari jauh. Bisa mulai dari jarak yang nyaman, bertemu teman baru, dan perlahan membangun kebiasaan olahraga.
Nurman berharap CLR Run bisa menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif.
“Harapannya, komunitas ini bisa menjadi tempat untuk meningkatkan kesehatan, membangun konsistensi latihan melalui motivasi bersama, memperluas jejaring sosial, serta menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk saling mendukung gaya hidup aktif,” pungkasnya.
Dari lima orang yang awalnya hanya sering bertemu di jalur lari, kini CLR Run sudah menjadi rumah bagi lebih dari 100 pelari. Karena pada akhirnya, olahraga bukan cuma soal seberapa cepat kita sampai garis finis, tapi juga soal siapa saja yang menemani perjalanan sampai ke sana.
Agenda rutinnya terbagi menjadi dua. Sabtu digunakan untuk long run dengan jarak di atas 10 kilometer, sedangkan Minggu ada fun run dengan jarak sekitar 5 kilometer.
Jadi, tidak harus langsung kuat lari jauh. Bisa mulai dari jarak yang nyaman, bertemu teman baru, dan perlahan membangun kebiasaan olahraga.
Nurman berharap CLR Run bisa menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif.
“Harapannya, komunitas ini bisa menjadi tempat untuk meningkatkan kesehatan, membangun konsistensi latihan melalui motivasi bersama, memperluas jejaring sosial, serta menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk saling mendukung gaya hidup aktif,” pungkasnya.
Dari lima orang yang awalnya hanya sering bertemu di jalur lari, kini CLR Run sudah menjadi rumah bagi lebih dari 100 pelari. Karena pada akhirnya, olahraga bukan cuma soal seberapa cepat kita sampai garis finis, tapi juga soal siapa saja yang menemani perjalanan sampai ke sana.



