EKBISPAR.COM – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Sofwan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan optimisme terhadap perekonomian daerah, hal ini disampaikan Sofwan saat menghadiri rangkaian kegiatan Capacity Building jurnalis media Banten tahun 2006, di Bali, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, optimisme merupakan modal penting dalam menggerakkan roda perekonomian sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Provinsi Banten.
Sofwan menegaskan, seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan terhadap potensi ekonomi Banten. Ia menilai pemberitaan yang konstruktif dan dukungan dari berbagai pihak dapat memperkuat keyakinan investor untuk menanamkan modal di daerah.
“Kalau semuanya optimistis, roda ekonomi akan bergerak. Tidak hanya konsumsi yang meningkat, tetapi investasi juga akan masuk. Investor akan melihat bahwa permintaan di Banten besar sehingga mereka tertarik menanamkan modal,” ujar Sofwan.
Menurutnya, Banten saat ini berada di jalur yang tepat dalam menarik investasi. Sejumlah sektor unggulan, seperti industri petrokimia dan baja, masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menjelaskan, industri petrokimia yang didukung perusahaan-perusahaan besar, seperti Candra Asri, masih memiliki prospek yang cerah, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Sementara itu, industri baja dinilai masih memiliki peluang besar untuk berkembang melalui penguatan sektor hilir.
“Jangan hanya menjual bahan baku atau produk setengah jadi. Akan lebih besar nilai tambahnya jika industri hilir dibangun di Banten, sehingga produk baja bisa diolah menjadi berbagai produk manufaktur di daerah ini,” katanya.
Sofwan juga menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor sebelum memutuskan berinvestasi.
“Investor biasanya melihat apakah SDM yang tersedia mampu mendukung kegiatan usahanya. Kalau mereka yakin mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dan jumlahnya mencukupi, mereka akan berani membawa modal dan membangun usaha di Banten,” jelasnya.
Selain kesiapan SDM, ia menilai kemudahan berusaha juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan kepastian melalui proses perizinan yang mudah, pelayanan yang cepat, serta jaminan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.
Lebih lanjut, Sofwan mengungkapkan minat investor terhadap Provinsi Banten terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan informasi yang diperolehnya saat mendampingi Gubernur Banten dalam sejumlah pertemuan, kawasan Pantai Utara Banten menjadi salah satu wilayah yang kini banyak dilirik investor untuk pengembangan investasi baru.
Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat, iklim investasi di Banten akan semakin kondusif. Kondisi tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Banten.(dik)



