EKBISPAR.COM – OJK Jabodebek bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta, melakukan Komitmen Bersama Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Provinsi DKI Jakarta sebagai wujud penguatan sinergi antara industri jasa keuangan, pemerintah daerah, asosiasi, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem pembiayaan ekonomi kreatif.
Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kantor OJK Jabodebek dan dikolaborasikan dengan puncak penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) Tahun 2026 di Istora Senayan, Sabtu (4/7/2026).
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, mengungkapkan bahwa komitmen bersama ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui penguatan sinergi antar-pemangku kepentingan guna membangun ekosistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pengembangan ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri jasa keuangan, asosiasi, dan pelaku usaha. Melalui komitmen bersama ini, kami ingin membangun ekosistem yang mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sehingga sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak utama transformasi Jakarta menuju kota global,” ujar Edwin.
Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Tahun 2026 difokuskan pada pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor iklan dan event, sebagai sektor strategis yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Seremoni komitmen bersama tersebut disaksikan oleh Kepala OJK Jabodebek dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.Komitmen bersama tersebut merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang telah diselenggarakan pada 12 Mei 2026 guna membangun ekosistem pembiayaan dan penguatan kelembagaan pada masing-masing subsektor.
Pada subsektor iklan, komitmen bersama melibatkan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hijra Alami, PT Jamkrida DKI Jakarta, serta Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta.
Sementara itu, pada subsektor event, komitmen bersama melibatkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board), Kadin Indonesia Bidang Penyelenggaraan Acara, Asosiasi Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO), PT Bank DKI (Bank Jakarta), PT Bank Perekonomian Rakyat 2Syariah Hijra Alami, PT Likuid Jaya Pratama (Ekuid), PT Great Eastern General Insurance Indonesia, serta Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjrjaan DKI Jakarta.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha.Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang memperkuat substansi komitmen tersebut, OJK Jabodebek juga menyelenggarakan talkshow dengan tajuk Creative Talks bertemakan “Shaping The Future of Creative Finance for Jakarta Creative Economy”.
Talkshow ini menghadirkan narasumber dari OJK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), serta AlterFUN untuk membahas berbagai inovasi pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, antara lain melalui tokenisasi Intellectual Property (IP), Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis IP, serta pendanaan ke sektor ekonomi kreatif melalui securities crowdfunding.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Iga Nugroho menyampaikan bahwa tokenisasi IP merupakan salah satu bentuk inovasi keuangan digital yang berpotensi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari kekayaan intelektual yang dimiliki.
“Tokenisasi IP membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperoleh akses pendanaan yang lebih inklusif dengan menjadikan kekayaan intelektual sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam ekosistem keuangan digital,” ujar Iga.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif Anggara Hayun Anujuprana menegaskan pentingnya penguatan skema pembiayaan inovatif yang menempatkan kekayaan intelektual sebagai instrumen utama dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif.
“Pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai underlying asset pembiayaan merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendanaan sekaligus mendorong peningkatan daya saing pelaku ekonomi kreatif,” ujar Hayun.
Melalui sinergi yang dibangun antara pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, asosiasi, dan pelaku usaha, OJK Jabodebek berharap Program Pengembangan Ekonomi Daerah dapat menjadi katalisator dalam memperkuat ekosistem pembiayaan ekonomi kreatif serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing. (Hilal)



