EKBISPAR.COM – Pasar Loak Jatinegara kembali populaer dan banyak direview di media sosial. Pasar ini dulu dikenal sebagai Pasar Jembatan Item adalah pasar barang bekas dan antik yang berlokasi di Jalan Bekasi Barat III, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
Pengunjung dapat dengan mudah menggunakan KRL dan turun di Stasiun Jatinegara.
Pasar ini beroperasi setiap hari mulai pukul 04.00 hingga 18.00 WIB. Pasar biasanya lebih padat dan meriah pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) atau hari libur nasional.
Tempat ini menjadi surga bagi kolektor, pecinta thrifting, dan pemburu barang antik.
Di sini, pengunjung bisa puas menawar harga secara langsung kepada pedagang untuk mendapatkan barang yang diinginkan.
Pasar ini menawarkan berbagai macam “harta karun” bernilai sejarah dan nostalgia, antara lain barang antik & koleksi seperti kaset pita, radio jadul, kamera analog, mesin ketik tua, hingga uang kuno.
Di sini juga terdapat peralatan rumah tangga seperti keramik lawas seperti guci dan teko, serta beragam perkakas.
Proruk elektronik & gadget seperti ponsel lawas alias ponsel antik juga produk fashion seperti pakaian, jaket, dan sepatu bergaya vintage (thrifting) juga tersedia di sini.
Hits di Kalangan Muda
Pasar Loak Jatinegara menjadi sangat hits di kalangan anak muda karena pergeseran tren gaya hidup retro dan sentuhan viral dari media sosial.
Citra pasar yang dulunya dianggap kumuh kini berubah menjadi destinasi berburu “harta karun” yang estetik dan bernilai seni.
Banyak kreator konten (influencer) membuat video edisi “Thrifting Challenge” atau “Berburu Barang Antik” di pasar ini. Visual tumpukan kamera jadul, kaset pita, dan baju vintage terbukti sangat menarik bagi audiens media sosial.
Keberhasilan menemukan barang langka dengan harga murah memicu rasa penasaran anak muda lainnya untuk ikut datang berkunjung.
Anak muda era sekarang sangat menyukai gaya busana dan kultur pop era 80-an, 90-an, hingga awal 2000-an (Y2K).
Pasar Loak Jatinegara adalah tempat terbaik untuk mencari barang-barang pendukung gaya hidup tersebut, seperti: kamera digital saku lawas (digicam) dan kamera analog, pemutar musik portabel (walkman) dan kaset pita musisi lawas, jaket kulit, pakaian denim, dan sepatu boots bermerek yang langka.
Bagi pelajar atau mahasiswa yang ingin tampil modis atau mengoleksi barang unik tetapi memiliki keterbatasan dana, pasar ini menawarkan harga yang sangat miring alias budget friendly.
Dengan kemampuan menawar yang baik, mereka bisa mendapatkan kaos vintage atau aksesori unik hanya dengan modal puluhan ribu rupiah saja.
Berbeda dengan berbelanja di mall atau platform e-commerce yang serba rapi dan instan, berbelanja di pasar loak memberikan kepuasan tersendiri.
Anak muda menikmati proses menjelajah, memilah tumpukan barang, hingga melakukan negosiasi langsung dengan pedagang demi mendapatkan barang impian mereka. (Hilal)



