EKBISPAR.COM – H&M berencana menutup sekitar 160 toko secara global pada tahun 2026. Ini menjadi bagian dari strategi untuk mengoptimalkan portofolio gerai dan memprioritaskan penjualan e-commerce.
Langkah ini menyusul penurunan laba kuartal pertama 2026 dan perubahan perilaku konsumen. Fokus perusahaan beralih ke investasi di lokasi strategis dan pengembangan belanja daring.
Optimalisasi toko ini berdampak negatif pada penjualan jangka pendek, namun diharapkan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
Sebelumnya, H&M telah menutup 163 gerai di seluruh dunia karena tren penurunan penjualan di toko fisik.
Beberapa toko di Indonesia dilaporkan ikut terdampak dalam gelombang penutupan ini.
Strategi ini mencerminkan pergeseran besar-besaran di industri ritel fast fashion yang kini lebih mengandalkan platform online daripada gerai fisik konvensional. (Hilal)


